Serang (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan pentingnya mengedepankan empati dan ketepatan pemilihan diksi dalam setiap pemberitaan yang melibatkan isu perempuan dan anak.

Staf Ahli Menteri PPPA Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan, di Kota Serang, Banten, Sabtu, mengatakan rasa dan empati menjadi elemen krusial dalam jurnalisme saat ini agar berita tidak sekadar viral namun cepat hilang, melainkan memberikan edukasi dan perlindungan.

"Diksi yang tepat itu sangat berpengaruh sekali. Diksi tidak hanya mempengaruhi pembaca, tetapi juga berpengaruh luas terhadap dampak berita yang disampaikan, seperti pada kasus asusila atau anak yang mengakhiri hidupnya," kata dia usai kegiatan Silaturahmi Wartawati Se-Indonesia di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang.

Indra berharap jurnalis perempuan dapat mengambil peran lebih besar dengan menyuarakan perspektif atau point of view (POV) perempuan di berbagai desk liputan, tidak hanya pada isu sosial, namun juga pada sektor pembangunan lainnya seperti infrastruktur dan kelautan.

Menurutnya, semangat tokoh pers perempuan Rohana Kudus yang mendirikan surat kabar Sunting Melayu perlu kembali diviralkan sebagai inspirasi agar isu-isu pengarusutamaan gender semakin mewarnai ruang publik.

Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh upaya peningkatan profesionalisme insan pers, termasuk dalam menyajikan berita yang ramah perempuan dan anak.

Menurut Dimyati, pers memiliki peran krusial sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan dan menyebarluaskan informasi positif.

"Pemprov Banten sangat mengapresiasi pelaksanaan HPN di sini. Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat pers semakin kuat untuk memajukan Banten bersama-sama," kata Dimyati.