BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mulai menegaskan langkah penataan Pasar Ratu Tunggal sebagai upaya mewujudkan pasar rakyat yang lebih tertib, bersih dan nyaman bagi pedagang dan pengunjung.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Prof. Udin, dalam kegiatan gotong royong akbar di kawasan Pasar Ratu Tunggal.
Udin didampingi Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna serta jajaran perangkat daerah. Selain melakukan gotong royong, rombongan juga berkeliling pasar untuk meninjau langsung kondisi lapangan.
Udin menilai masih banyak area pasar yang belum tertata dengan baik, terutama terkait penempatan pedagang yang belum sesuai peruntukan.
"Pasar ini besar, tapi masih sangat belum tertata rapi. Tadi sambil gotong royong, kami keliling melihat langsung kondisi pasar dan memang perlu segera dilakukan penataan," ujar Prof. Udin kepada Bangkapos.com, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, Pemkot Pangkalpinang akan memulai penataan dengan menertibkan pedagang berdasarkan zonasi yang telah disediakan. Pedagang ayam, ikan dan daging diminta untuk berjualan di lokasi yang telah ditetapkan.
"Yang jual ayam sebetulnya sudah ada tempatnya, begitu juga yang jual ikan dan daging. Kita akan buat surat edaran, imbauan terlebih dahulu agar pedagang masuk ke tempatnya masing-masing," tegasnya.
Udin menambahkan, selama ini masih ditemukan pedagang ayam dan ikan yang berjualan hingga meluas ke luar area yang semestinya. Kedepan, seluruh pedagang diwajibkan masuk ke dalam area pasar sesuai dengan peruntukannya.
Untuk mendukung kebijakan penataan tersebut, Pemkot Pangkalpinang juga akan memberikan relaksasi retribusi kepada para pedagang sebagai bentuk keringanan pada tahap awal.
"Kita beri relaksasi biaya dulu. Mereka masuk dulu, nanti retribusinya kita kaji. Kita paham kondisi ekonomi pasca-Covid kemarin memang belum sepenuhnya pulih," katanya.
Selain penataan lapak, Pemkot Pangkalpinang juga akan melakukan pembenahan infrastruktur pendukung pasar. Salah satunya dengan merobohkan bangunan kosong di depan pasar ikan yang selama ini menutup akses dan mengganggu aktivitas perdagangan.
"Bangunan itu milik provinsi tapi lahannya milik kita, dan sudah diserahkan oleh Pak Gubernur. Karena posisinya menutup pasar ikan, bangunan tersebut akan kita robohkan. Setelah itu, semua pedagang ikan wajib masuk ke dalam," jelasnya.
Tak hanya itu, keluhan pedagang terkait kondisi jalan rusak di area pasar juga langsung ditindaklanjuti. Prof. Udin memastikan Dinas Pekerjaan Umum akan segera melakukan survei dan pengaspalan.
"Tadi saya sudah minta PU, hari Senin langsung survei dan segera dilakukan pengaspalan," pungkasnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)