Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) menggandeng Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) menggelar program Sejuta Vaksin untuk ASN.
Salah satu rangkaian kegiatan tersebut yakni vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang dilaksanakan di Kantor Loka POM, Jalan Hasanudin, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, akhir pekan tadi.
Baca juga: Lebih dari Vaksin Gratis, Dog Lovers Papua Desak Inklusivitas Perlindungan Hewan di Hari Rabies
Vaksinasi HPV merupakan imunisasi untuk mencegah infeksi Human Papillomavirus yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker vagina, vulva, hingga kanker anus.
Vaksin ini ideal diberikan pada usia 9–14 tahun dan dapat diberikan hingga usia 45 tahun guna memberikan perlindungan jangka panjang, bahkan seumur hidup.
Kegiatan ini dilaksanakan masih dalam suasana peringatan HUT ke-25 Loka POM yang jatuh pada 31 Januari 2026.
Selain menjalankan tugas pokok pengawasan obat dan makanan, Loka POM juga berkomitmen mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Inilah Perbedaan Vaksin Rabies untuk Hewan dan Manusia
Pengawasan yang dilakukan Loka POM meliputi obat kimia, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, serta pangan olahan yang dilakukan secara rutin setiap bulan.
Kepala Loka POM Kabupaten Mimika, Rudolf Surya Pandu Winata Bonay, mengatakan vaksinasi HPV diberikan dalam tiga dosis.
Baca juga: PTFI Bantu Vaksin DBD Jadi Moment Johannes Rettob Canangkan Dasar Pembagunan Kesehatan di Mimika
Dosis kedua diberikan dua bulan setelah dosis pertama, sedangkan dosis ketiga maksimal empat bulan setelah dosis kedua.
“Dengan demikian, seluruh rangkaian vaksinasi dapat diselesaikan dalam waktu enam bulan,” ujar Rudolf.
Ia menjelaskan, meskipun program ini diprioritaskan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta keluarga, masyarakat umum juga diberikan kesempatan untuk mengikuti vaksinasi.
Baca juga: PT Freeport Indonesia Sumbang 6.000 Dosis Vaksin Demam Berdarah Dengue ke Dinkes Mimika
Namun, karena keterbatasan jumlah vaksin membuat panitia harus membatasi jumlah peserta pada tahap pertama.
“Kami membawa 250 dosis vaksin dari Jakarta untuk tahap pertama, sehingga pendaftaran langsung kami tutup dalam satu hari. Ke depan kami berharap bisa melayani lebih banyak lagi, khususnya ibu-ibu di Timika,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, mengapresiasi kegiatan vaksinasi HPV tersebut sebagai langkah preventif terhadap kanker serviks, yang secara nasional menjadi penyebab kematian nomor dua terbanyak pada perempuan.
Menurut Reynold, Dinas Kesehatan Mimika telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi sejak dini, terutama bagi anak-anak sekolah, ibu-ibu, serta perempuan usia produktif di masyarakat.
“Walaupun fasilitas vaksinasi di puskesmas dan rumah sakit masih terbatas, layanan skrining deteksi dini kanker serviks sudah tersedia di puskesmas melalui pemeriksaan IVA, dan itu sudah dicover oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Baca juga: Kunjungi Posyandu, Presiden Jokowi: Anak Harus Dapat Vaksin Polio
Ia menambahkan, pendekatan pelayanan kesehatan yang dilakukan adalah pelayanan berbasis siklus hidup, salah satunya dengan membuka posko-posko pelayanan kesehatan agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Tantangan kami adalah bagaimana layanan dan edukasi kesehatan ini bisa sedekat mungkin dengan masyarakat. Ini sejalan dengan pendekatan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup,” ungkap Reynold.
Baca juga: Vaksin Polio di Kabupaten Jayapura Sasar 43.500 Bayi dan Balita
Ke depan, ia menegaskan upaya pencegahan dan deteksi dini kanker, khususnya kanker serviks, akan terus diperkuat.
Pasalnya, selain penyakit jantung, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Mimika.
“Ini harus diperkuat, mengingat secara nasional kanker serviks merupakan penyakit mematikan nomor dua terbanyak pada perempuan,” pungkasnya. (*)