Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Aksi biadap Oga Yunanda (23) terhadap istrinya, Aulia Zakrike (19), akhirnya terungkap.
Pengantin muda yang tengah hamil tersebut tewas setelah diperkosa dan dibunuh secara sengaja oleh pelaku, yang tak lain adalah suaminya sendiri, di Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan intensif kepolisian terhadap pelaku.
Dalam pengakuannya, Oga Yunanda menyebut aksi keji itu dilatarbelakangi rasa sakit hati setelah ajakannya berhubungan suami istri ditolak oleh korban.
Kronologi Kejadian Lengkap
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis pagi (5/2/2026) sekitar pukul 07.40 WIB.
Pelaku mengaku sengaja mendatangi rumah korban dengan niat menemui istrinya dan melakukan hubungan badan.
Diketahui, rumah tangga keduanya sedang tidak harmonis dan sekitar satu bulan terakhir disebut telah pisah ranjang.
Pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu belakang saat kondisi rumah sepi.
Saat itu, Aulia berada seorang diri di dalam kamar dan tengah bermain handphone.
Pelaku kemudian menghampiri korban dan mengajaknya berhubungan badan.
"Masuk lewat pintu belakang rumah pak, kemudian langsung ke kamarnya," ucap pelaku.
Baca juga: Alibi Oga Terbongkar, Ternyata Tega Bunuh Istri Pengantin Baru di Lebong karena Ditolak Berhubungan
Nekat karena Ditolak Berhubungan
Namun, ajakan tersebut ditolak oleh korban.
Aulia bahkan sempat melakukan perlawanan dengan menendang pelaku.
Penolakan itu memicu emosi pelaku hingga akhirnya membekap korban menggunakan bajunya sendiri dan mencekik leher korban.
Meski korban mulai melemah akibat cekikan, pelaku mengaku masih diliputi hawa nafsu.
Dalam kondisi tersebut, pelaku tetap memaksa melakukan hubungan badan terhadap korban.
Panik, Takut Dilaporkan Perkosa Istri Sendiri
Usai perbuatannya, pelaku dilanda ketakutan dan kecemasan.
Ia khawatir korban akan sadar dan melaporkannya kepada keluarga maupun pihak kepolisian.
Dalam kondisi panik, pelaku menuju dapur dan mengambil sebilah pisau.
"Panik pak, takut dilaporkan," lanjut pelaku.
Menggorok Leher Korban hingga Tewas
Pelaku kemudian kembali ke kamar dan tanpa ragu menggorok leher korban.
Saat itu, korban sudah dalam kondisi lemah hingga akhirnya tewas di tempat.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku langsung meninggalkan rumah.
Ia pulang ke kediaman orang tuanya di Desa Lemeu menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di rumah, pelaku mengganti pakaian lalu tidur seolah tidak terjadi apa-apa.
Menyusun Alibi
Tak berhenti di situ, pelaku mengaku menyusun skenario untuk mengaburkan perbuatannya.
Ia meminjam handphone milik saudaranya dan menghubungi ayah korban dengan dalih memiliki firasat buruk.
Tujuannya agar keluarga korban segera mengecek kondisi Aulia.
Pelaku mengakui skenario tersebut sengaja dibuat agar dirinya terkesan tidak mengetahui apa pun terkait kematian istrinya.
Bahkan, pelaku sempat merasa yakin bahwa perbuatannya tidak akan terbongkar.
"Sempat yakin pak saya, karena saya pikir tidak bakal ketahuan pak," tutur pelaku.
Mengaku Menyesal Setelah Diamankan Polisi
Namun, setelah diamankan pihak kepolisian, pelaku mengaku menyesali perbuatannya.
Ia menyadari bahwa tindakannya tidak hanya merenggut nyawa sang istri, tetapi juga janin yang tengah dikandung Aulia, yang merupakan darah dagingnya sendiri.
"Menyesal pak saya," ucap pelaku.
Pelaku akhirnya diamankan pada Jumat (6/2/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Penangkapan dilakukan usai pelaku menghadiri takziah di rumah korban.
Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di kediaman orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, dan langsung dibawa ke Mapolres Lebong.
Terbongkarnya Alibi Oga
Awalnya, Oga memiliki alibi saat kejadian karena mengaku sedang berada di rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Alibi adalah bukti atau keterangan yang menyatakan bahwa seseorang berada di tempat lain (tidak di lokasi kejadian) ketika suatu peristiwa pidana atau kejahatan terjadi.
Ia berupaya menutupi perbuatannya dengan skenario seolah-olah dirinya hanyalah seorang suami yang diliputi firasat buruk.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Oga menghubungi ayah mertuanya dan menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi Aulia.
Mendapat kabar tersebut, ayah korban bergegas pulang ke rumah Aulia untuk memastikan keadaan putrinya.
Namun, setibanya di rumah, ia justru mendapati Aulia telah tergeletak tak bernyawa di dalam kamar, dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.
Dalam kondisi panik, ayah korban kembali menghubungi Oga.
Namun, kepada menantunya itu, ia hanya menyampaikan bahwa Aulia mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan kondisi sebenarnya.
Tak lama kemudian, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya.
Saat tiba di lokasi, Oga mendapati istrinya telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Namun, kondisi kamar yang berantakan, adanya luka-luka di tubuh korban, serta posisi korban yang tidak wajar justru memunculkan kecurigaan kuat adanya perlawanan sebelum korban meregang nyawa.
Sikap Pelaku Dingin
Bahkan, saat awak media mewawancarai suami korban di lokasi kejadian, ia tampak seperti tidak memiliki perasaan bersalah atau terkesan dingin.
Ia menceritakan kejadian tersebut sepenuhnya tanpa menunjukkan rasa kesedihan.
Oga menceritakan bahwa istrinya ditemukan dalam kondisi berpakaian, namun celana yang dikenakannya sempat terlepas.
Ayah korban kemudian berinisiatif memakaikan kembali celana tersebut sebelum pihak lain tiba di lokasi.
"Aku kan di Lemeu, yang menemukan bapak mertua," ucap pelaku saat itu.
Pelaku bahkan berada di rumah duka hingga proses evakuasi jenazah korban selesai dan dibawa ke RSUD Lebong.
Selain itu, pelaku juga turut menemani proses pemeriksaan jenazah di rumah sakit.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan.
Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah.
Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus.
"Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.
Perkiraan Waktu Kematian Korban
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.
“Sesuai keterangan dokter, korban sudah meninggal kurang lebih enam jam sebelum ditemukan. Hal itu diperkuat dengan kondisi mayat yang sudah mulai kaku,” jelasnya.
Aulia Tewas dengan Leher Nyaris Putus
Aulia diketahui merupakan pengantin muda yang baru sekitar tiga bulan menikah.
Korban juga disebut tengah mengandung bayi atau hamil.
Ia ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok di dalam kamarnya.
Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar menjelaskan kronologi penemuan korban bermula saat ayah korban pulang dari berjualan di Pasar Muara Aman.
Saat itu ayah korban masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar korban.
Saat masuk ke kamar anaknya, ayah korban menemukan korban telah dalam kondisi leher tersayat akibat senjata tajam jenis pisau dapur dengan posisi telentang.
"Saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia dan berlumuran darah," jelas Syaiful.
Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung suami korban yang saat itu sedang bekerja.
Kemudian ayahnya menutupi jenazah anaknya dengan selimut dan memberi tahu tetangga tentang kejadian tersebut.
Korban diduga kuat menjadi korban tindak kekerasan atau pembunuhan.
Jenazah korban langsung dievakuasi aparat kepolisian dan dibawa ke RSUD Lebong untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses visum atau autopsi.
"Masih diduga, kita tunggu hasil pemeriksaan ya,jenazah korban sekarang di rumah sakit," lanjut Syaiful.
Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan senjata tajam pada leher korban.
Luka gorokan di leher korban cukup dalam dan bahkan leher korban terlihat nyaris putus.
Hingga kini penyidik Polres Lebong masih terus mendalami kasus tersebut untuk melengkapi berkas perkara, termasuk menjerat pelaku dengan pasal berlapis atas perbuatannya yang merenggut nyawa istri beserta janin yang dikandung korban.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini