Kisah Sitti, Guru SD yang Alami Perlakuan Tak Pantas dari Kepsek di Sekolah
Tim TribunTrends February 08, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Publik tengah dibuat geram oleh dugaan penganiayaan terhadap Sitti Halimah, guru agama di SD Negeri 001 Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Akibat peristiwa tersebut, Sitti Halimah harus menjalani perawatan medis di Kota Tarakan.

Kisah yang dialami Sitti pertama kali terungkap melalui unggahan anak kandungnya, Muhammad Nurhidayat, di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia menggambarkan ketegaran sang ibu yang selama ini memilih menyimpan luka batin demi menenangkan anak-anaknya.

Menurut pengakuan sang anak, Sitti Halimah kerap pulang ke rumah dengan senyum, seolah tak terjadi apa-apa di lingkungan kerjanya. Padahal, di balik sikap tabah itu, korban diduga mengalami tekanan dan intimidasi serius di sekolah.

Dalam narasi yang beredar, Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah disebut melarang Sitti Halimah masuk ke ruang guru dan memaksanya beraktivitas di perpustakaan dengan fasilitas yang minim. Tak hanya itu, korban juga diduga mengalami kekerasan fisik berupa lemparan kursi dan sekop sampah oleh kepala sekolah.

Serangkaian perlakuan tersebut disebut berdampak pada kondisi mental dan kesehatan korban hingga akhirnya jatuh sakit dan membutuhkan penanganan medis.

• Rektor UIN Ar-Raniry Dukung Kebijakan Kemenag Naikkan TPG dan Percepatan Sertifikasi Guru Agama

Tunjangan Sertifikasi Tertahan

Selain dugaan kekerasan fisik dan psikologis, persoalan ini juga menyentuh aspek kesejahteraan korban. Kepala sekolah disebut sengaja menahan tanda tangan administrasi yang dibutuhkan Sitti Halimah untuk pencairan tunjangan sertifikasi.

Akibatnya, tunjangan sertifikasi selama satu tahun senilai sekitar Rp 45 juta tidak dapat dicairkan. Sang anak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang dilandasi kepentingan pribadi, bukan profesionalisme sebagai pimpinan sekolah.

Unggahan Muhammad Nurhidayat berisi curahan emosi dan kekecewaan mendalam terhadap perlakuan yang diterima ibunya, sekaligus memicu gelombang simpati dan kemarahan warganet.

• Modus Oknum Guru Agama di Sragen 21 Kali Cabuli Murid Kelas 2 SD, Akui Suka Tonton Film Porno

Kepsek dan Disdik Belum Beri Klarifikasi

Hingga kini, Kepala SDN 001 Sebatik Tengah belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat juga belum mendapat respons.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, mengaku telah meminta jajarannya melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian. Ia menyatakan proses investigasi masih berjalan.

“Kami masih mendalami dan menyelidiki kejadian sebenarnya,” ujar Akhmad.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik, dengan banyak pihak mendesak adanya penanganan transparan dan keadilan bagi korban.

Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.