TRIBUNTRENDS.COM - Sosok BTR Rachel menjadi sorotan karena klarifikasinya mengenai tabung Whip Pink yang terekam di salah satu video TikToknya.
Netizen menilai Rachel melakukan blunder dalam klarifikasinya karena seolah mengakui dirinya pernah menggunakan Whip Pink.
Nama Rachel jadi buah bibir seiring mencuatnya kasus meninggalnya Lula Lahfah yang diduga berkaitan dengan penggunaan tabung gas Whip Pink.
Sorotan terhadap Rachel muncul setelah potongan video siaran langsung lama miliknya yang menunjukkan tabung Whip Pink kembali beredar dan viral.
Namun, klarifikasi BTR Rachel dinilai sebagian warganet tidak sensitif, terutama karena dikaitkan dengan kasus kematian yang baru-baru ini terjadi.
Baca juga: Siapa BTR Rachel? Akui Pakai Whip Pink di Tahun 2024 & Sebut Legal, Lu Mau Tangkep Gue Yaudah
Dalam cuplikan video yang tersebar luas, BTR Rachel terlihat tengah melakukan siaran langsung sambil menggunakan vape.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan pandangannya mengenai Whip Pink yang menurutnya, pada tahun 2024, belum dianggap berbahaya.
Rachel menyebut bahwa saat itu belum ada korban jiwa akibat penggunaan Whip Pink, sehingga zat tersebut belum dipandang sebagai ancaman serius.
Ia juga menyinggung aspek hukum dengan menyatakan bahwa gas tersebut belum termasuk dalam golongan narkoba pada periode tersebut.
Pernyataan ini kemudian menuai kritik karena dianggap meremehkan potensi bahaya dari penyalahgunaan zat kimia tersebut.
Baca juga: Reza Arap Aman? Polda Metro Jaya Dilema Menindak Pengguna Whip Pink di Tengah Kekosongan Hukum
Dalam video yang kembali viral, Rachel menyampaikan pendapatnya secara terbuka mengenai status Whip Pink di tahun 2024.
“2024 itu legal, sori. Dan sampai sekarang belum masuk golongan narkoba kan? Lu mau tangkep juga yaudah gue enggak ada tabungnya,” ujar Rachel dalam video yang dikutip dari akun Instagram beecan31, Minggu (8/2/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun tersebut belum ada kasus kematian akibat Whip Pink, sehingga menurutnya zat tersebut belum dipandang berbahaya.
“Tahun 2024 itu belum kasusnya tuh segede sekarang, karena emang 2024 mungkin enggak bahaya, maksud gue enggak bahaya itu belum ada korban yang kayak sekarang,” tambahnya.
Ucapan tersebut kemudian menuai kecaman warganet setelah dikaitkan dengan kasus kematian yang terjadi belakangan ini.
Baca juga: Jawaban Dewasa Dua Hati Kecil, Xabiru dan Chava Tanggapi Perceraian Rachel Vennya dan Niko Al Hakim
BTR Rachel atau yang bernama asli Rachel Aseelah Hanafi diketahui lahir di Jakarta pada 25 Juli 2007 dan saat ini berusia 19 tahun.
Ia dikenal sebagai kreator konten sekaligus brand ambassador Bigetron Esports (BTR), salah satu organisasi esports terbesar di Indonesia.
Meski terbilang baru, kehadirannya cukup cepat menarik perhatian, khususnya di kalangan penggemar gim dan media sosial.
Saat bergabung dengan Bigetron Esports, Rachel berada di bawah naungan Starion Talents, agensi yang juga menaungi sejumlah figur publik seperti BTR Alice dan BTR Meyden.
Rachel diketahui aktif di berbagai platform media sosial, dengan akun Instagram @btr_rachel dan TikTok @btr_rachel, yang memiliki jumlah pengikut hingga 1,8 juta pengikut pada 8 Februari 2026.
Sosoknya juga baru-baru ini muncul di streaming Bigmo bersama aktor tampan, Jefri Nichol.
(TribunTrends.com/Talitha)