TRIBUNMANADO.CO.ID - Pantai Karangria di Kelurahan Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kembali menjadi perhatian.
Pantai ini berada sekira 2 kilometer dari pasar 45 dan sekira 10 kilometer dari Bandar Udara Sam Ratulangi.
Spot ini juga masih menjadi destinasi wisata murah meriah yang terjangkau bagi warga Manado serta khasiat untuk menyembuhkan penyakit.
Tapi sayang, pantai ini babak belur oleh sampah di tiap musim pasang dan angin barat.
Seperti di awal Februari 2026 ini. Begitu juga pada bulan Januari lalu.
Beraneka jenis sampah mengotori pesisir pantai ini.
Banyaknya sampah membuat petugas sampah kelimpungan. Dibersihkan jam ini, sampah datang pula di jam berikutnya.
Walhasil tempat itu tak pernah benar-benar bersih.
Gerakan Indonesia Asri pada Jumat (6/2/2026) membuat tempat itu terlihat bersih.
Ratusan anggota TNI, ASN, siswa, komunitas serta masyarakat, bahu membahu menggaruk sampah disana.
Namun keberlanjutan kebersihan belum bisa dipastikan.
Karena masih banyak sampah yang tersembunyi di air.
Juga masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan di sungai.
Heis dari komunitas Beach Clean Up menuturkan, sampah disana berasal dari sungai kecil yang berada tak jauh dari sana.
"Sampah berasal dari sana," kata dia Minggu (8/2/2026).
Sebut dia, sampah disana terbawa angin selatan ke tengah lautan.
Lama sampah terombang ambing disana. Hingga angin barat datang.
"Angin lantas membawa sampah ke pesisir pantai ini, jadi alam mengembalikannya," kata dia.
Ia mengaku rutin membersihkan sampah di pantai tersebut bersama komunitasnya.
Kadang, ia menuturkan, sampah tak hanya berada di pesisir, tapi bersembunyi di dalam gulungan air.
"Makanya kami dalam membersihkan, selalu juga turun ke air," kata dia.
Dikatakannya, kotornya pantai di Manado semestinya menyadarkan semua pihak untuk tidak membuang sampah di sungai. (Art)
Berikut potret-potret lainnya:
Baca juga: Gerakan Indonesia Asri, TNI, Pemprov Sulut dan Pemkot Bersih Sampah di Pantai Karangria Manado