Sungai Ranoyapo Minsel dan Jembatan Kaiya Bolmong, Ini 5 Tempat di Sulut yang Pernah Muncul Buaya
Rizali Posumah February 08, 2026 04:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa waktu lalu, publik Manado Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara digegerkan dengan munculnya buaya. 

Kemunculan buaya ini pun viral di media sosial dan mengundang kekhawatiran warga yang biasa beraktivitas di pesisir pantai. 

Walhasil, pencarian pun digencarkan dengan memakai berbagai alat, baik yang modern mapun yang tradisional. 

Meski begitu, hingga Minggu (8/2/2026) siang, pencarian masih nihil. Predator ini tak ketemu. 

Sejatinya heboh kemunculan buaya bukan hanya ada di Manado. 

Ada dua tempat di Sulawesi Utara ini yang kerap dihebohkan dengan penampakan buaya. 

Yakni di Sungai Ranoyapo Minahasa Selatan dan di area jembatan Kaya Bolaang Mongondow

Buaya di Ranoyapo

Di Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, kemunculan Buaya terbilang kerap terjadi. 

Di suatu ketika, pernah tigak buaya sekali muncul. 

Bahkan beberapa kali buaya menyerang warga. 

Sungai ini memang habitat asli buaya muara. 

Buaya muara (Crocodylus porosus) adalah jenis buaya terbesar dan terganas di dunia, sekaligus reptil predator darat terbesar yang masih hidup.

Disebut juga buaya air asin, mereka hidup di sungai, rawa, dan pesisir tropis.

Dengan kemampuan tumbuh mencapai 7 meter dan berat lebih dari 1 ton. 

Warga pun diperingatkan untuk berhati - hati saat beraktivitas, terutama malam hati. 

Ranoyapo berjarak sekira 40 Kilometer dari Amurang, yang merupakan ibu kota Minsel. 

Jembatan Kaiya

Jembatan Kaiya di Bolmong berjarak sekira 3 kilometer dari Lolak, ibu kota Bolmong. 

Jembatan ini menghubungkan wilayah Inobonto dengan Lolak dan beberapa daerah di Pantura. 

Karena seringnya ada buaya yang muncul, ada mitos yang berkembang konon buaya di sini ramah. Alias tidak mengganggu manusia. 

Dikarenakan ada semacam perjanjian dengan buaya, jikalau ia memangsa manusia, maka manusia akan membunuh seluruh keturunan buaya. 

Testimoni sejumlah warga memperkuat mitos itu.

Ada warga mengaku ketemu buaya dan hanya dilewati begitu saja. 

Ada pula nelayan yang aman-aman saja menangkap ikan meski dipergoki buaya.

Di Desa Buku

Warga di Desa Buku Utara, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulut, dikejutkan dengan penemuan seekor buaya, Rabu (19/2/2025) malam.

Dari informasi yang diperoleh Tribunmanado.co.id, biaya tersebut berukuran sekitar tiga meter panjangnya.

Berdasarkan penuturan warga, buaya tersebut ditemukan di kolam Laharo.

"Ditemukan di kolam Laharo, milik salah satu warga di Desa Buku Utara," ujar warga Desa Buku Utara, Agung.

Sementara itu, Kapolsek Belang Ipda Ronald Hariawang membenarkan penangkapan reptil tersebut.

Menurutnya, buaya tersebut ditangkap setelah terjebak di kolam Laharo milik warga.

"Ada salah satu warga yang sempat lihat buaya di kolam Laharo. Lalu menangkap buaya tersebut bersama warga lain," ungkapnya.

Ia menuturkan buaya tersebut masih diikat di salah satu rumah warga.

"Kita masih koordinasi dengan instansi terkait untuk menyerahkan buaya tersebut," tandas dia.

Kecamatan Pinolosian Timur

Kasus manusia diterkam buaya di Kabupaten Bolsel, Provinsi Sulawesi Utara, terbilang cukup signifikan.

Tiap tahunnya, selalu ada laporan soal manusia diterkam buaya terutama di Kecamatan Pinolosian Timur.

Bahkan pada awal tahun 2025 sudah ada dua kejadian di mana warga Kabupaten Bolsel diterkam oleh buaya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kadis Damkar dan Pol PP Kabupaten Bolsel Mulyono Rochim.

"Betul di bulan Januari ini ada dua laporan yang masuk ke kami terkait warga yang diterkam buaya," ujarnya via telepon, Minggu 26 Januari 2025.

Ia mengatakan di tanggal 5 Januari 2025 ada satu warga diserang saat memanah ikan.

Korban diketahui bernama Gandi warga desa Linawan, Kecamatan Pinolosian.

"Korban terluka di bagian kepala dan sempat dirawat di Puskesmas Pinolosian," kata dia.

Kejadian kedua terjadi pada Sabtu 25 Januari 2025.

Kali ini korban yang adalah nelayan asal Motandoi tewas setelah diterkam buaya.

"Ada luka gigitan di bagian kepala juga. Dan laporan yang masuk korban meninggal dunia," kata dia. 

Mulyono pun berharap agar warga lebih berhati-hati ketika hendak melaut atau turun memanah ikan.

"Kalau boleh dihentikan dulu untuk kegiatan memanah ikan. Ini demi keselamatan bersama," tegasnya.

Pangi

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara menyelamatkan buaya muara dewasa yang ditangkap warga Desa Pangi, Sang Tombolang, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.

Buaya muara sepanjang 3,64 meter ditemukan warga di pesisir Desa Pangi, Senin 6 Mei 2024 malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Karena posisi ditemukannya buaya jauh dari muara, warga kesulitan menghalau hewan ini kembali ke asalnya.

Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Askhari Masikki SHut mengatakan, pihaknya langsung melakukan langkah penyelamatan setelah mendapat laporan masyarakat.

Tim Rescue BKSDA Sulut bersama Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki tiba di lokasi pada Selasa 7 Mei ean langsung melakukan penyelamatan satwa tersebut dibantu masyarakat setempat.

Evakuasi menempuh perjalanan sekitar 250 kilometer dari Bolmong ke Minut.

"Buaya tiba di PPS Tasikoki, Kauditan, Minut pagi," ujar Askhari, Rabu (8/5/2024).

Dijelaskan, penyerahan satwa buaya dilakukan Sangadi (Kepala Desa) Pangi disaksikan Babinsa ke tim penyelamatan.

BKSDA mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati melakukan aktivitas terutama di wilayah muara sungai dan menjadi tempat habitat buaya.

"Jika menemukan buaya agar segera melaporkan kepada Balai KSDA Sulut atau pihak berwenang," katanya.

(Art/Nie/Riz)

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.