SURYAMALANG.COM, MALANG - Kunjungan wisata ke Coban Sewu, Kabupaten Malang didominasi oleh wisatawan Cina atau Tiongkok.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) jumlah kunjungan wisatawan asing sebanyak 24 ribu orang.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, secara keseluruhan, total kunjungan wisata ke Kabupaten Malang pada 2025 lebih dari 5 juta orang.
Untuk wisatawan mancanegara totalnya sebanyak 51 ribu orang.
"Yang ke (Coban Sewu) lebih banyak wisatawan asingnya daripada lokal, khususnya dari Cina. 2025 ada 24 ribu kunjungan dari asing ke Coban Sewu," kata Firmando saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM.
Baca juga: Klaim Letak Coban Sewu Dipastikan Masuk Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Surati Gubernur Khofifah
Dikatakan Firmando, Coban Sewu juga menjadi wisata andalan di Jawa Timur, bukan hanya di Kabupaten Malang.
Oleh karena itu, ia meminta agar tata kelola wisata lebih diperbaiki terkait keamanan dan kenyamanan pengunjung.
"Nah ini menjadi catatan kita nantinya juga untuk bagaimana kemudahan dan kenyamanan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara."
"Karena bukan lagi berbicara Lumajang, bukan berbicara Kabupaten Malang, tapi berbicara Indonesia," tuturnya.
Selain itu, Firmando berharap pada 2027 mendatang kunjungan wisata ke Kabupaten Malang diharapkan mencapai 6 juta orang.
Terlebih ketika perbaikan Jalan Gondanglegi-Bantur sudah selesai. Perbaikan ini diperkirakan selesai pada akhir 2026.
Terpisah, pengelola Coban Sewu, Rohim membenarkan, jika kunjungan ke wisata air terjun ini didominasi oleh wisatawan mancanegara dari benua Asia dan Eropa.
Terutama paling banyak dari negara Cina.
"(Kunjungan) wisata mayoritas dari asing atau paling banyak dari Cina," imbuh Rohim saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM.
Dirinya menyebutkan tiket masuk yang dikenakan di Coban Sewu untuk wisatawan lokal seharga Rp 20 ribu per orang, sedangkan wisatawan asing dibanderol dengan harga Rp 50 ribu per orang.
Tiket tersebut sudah termasuk dengan asuransi.
Sesuai dengan arahan Disparbud, pengelola akan melakukan pengembangan termasuk perbaikan di wisata ini.
Termasuk akan menambah beberapa fasilitas penunjang di wisata ini.
"Sekarang kami fokus pengembangan dan perbaikan-perbaikan karena ini mulai masuk high season dan tamu mulai banyak berdatangan," tegasnya.