TRIBUNWOW.COM - Bulan suci Ramadhan 2026 atau tahun ini akan tiba dalam waktu dekat
Selain berpuasa, setiap umat Islam diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.
Yang wajib membayar zakat fitrah adalah bagi mereka yang mampu dan bisa mencukupi kebutuhan diri serta keluarga selama bulan Ramadhan.
Zakat fitrah tersebut harus dibayar sebelum salad Idul Fitri.
Dikutip dari laman Badan Zakat Nasional (Baznas), besaran zakat fitrah per-jiwa adalah Rp50 ribu.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 2026 Versi Kemenag, Wilayah Kota Semarang Jawa Tengah Lengkap
Jumlah tersebut setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium.
"Menurut keputusan resmi yang dikeluarkan BAZNAS RI, besaran zakat fitrah adalah Rp50.000 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium untuk setiap orang Muslim," tulis rilis yang ditulis oleh Baznas.
Dengan kata lain, Anda bisa memilih apakah ingin membayar zakat fitrah berupa uang atau beras yang sudah ditentukan.
Nominal tersebut ditetapkan setelah melihat kondisi harga beras di berbagai wilayah seluruh Tanah Air serta kajian yang menyeluruh.
Selain itu, penetapan tersebut juga disertai dengan ketentuan fidyah sebesar Rp65 ribu per-jiwa per-hari bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa.
Cara menghitung zakat fitrah ialah berdasarkan jumlah anggota keluarga.
Jika dalam anggota keluarga tersebut terdiri dari empat orang, maka zakat fitrah yang harus dibayarkan adalah Rp200 ribu.
Zakat fitrah dapat dibayarkan kepada lembaga amil zakat atau masjid yang dipercayai.
Zakat fitrah ini dianjurkan untuk dibayarkan sejak awal Ramdhan hingga sebelum salat Idul Fitri.
Menurut prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026.
Hal itu diungkap oleh Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin.
"Fakta Astronomi pada saat magrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS," ujar Thomas, dikutip dikutip Tribunwow.com dari Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
"Kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik. Ini di wilayah Amerika, sehingga di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum memenuhi kriteria."
"Sehingga, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada tanggal 19 Februari 2026," sambung Thomas.
Kalender yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian Agama menunjukkan bahwa pelaksanaan Puasa Ramadhan 2026 berpeluang dimulai pada Kamis, 19 Februari.
Dalam kalender hijriah versi Kemenag, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah juga diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Meski tanggal tersebut sudah tercantum dalam kalender resmi, pemerintah belum menetapkannya sebagai keputusan final.
Kepastian awal Ramadhan dan Idul Fitri baru akan diumumkan setelah pelaksanaan Sidang Isbat.
Sidang Isbat dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026 dan menjadi forum resmi penentuan awal bulan hijriah di Indonesia.
Dalam forum tersebut, pemerintah mengombinasikan pendekatan perhitungan astronomi dan pengamatan hilal di lapangan.
Perhitungan astronomi atau hisab digunakan untuk mengetahui posisi bulan secara matematis.
Sementara itu, rukyat dilakukan dengan mengamati langsung kemunculan hilal di berbagai lokasi pemantauan.
Hasil dari kedua metode tersebut kemudian menjadi dasar penetapan awal Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri secara resmi oleh pemerintah.
Baca juga: Puasa Ramadhan 2026 Sebentar Lagi, Cek Jadwal Imsakiyah Kemenag Kota Banda Aceh, Lengkap 1 Bulan
Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal Puasa Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025.
Penetapan awal Ramadhan dilakukan berdasarkan metode hisab oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Metode tersebut mengacu pada prinsip, syarat, serta parameter yang ditetapkan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal.
Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa ijtimak menjelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syakban 1447 H, bertepatan dengan 17 Februari 2026 M, pukul 12.01.09 UTC.
Saat matahari terbenam pada hari terjadinya ijtimak, sebelum pukul 24.00 UTC, tidak terdapat satu pun wilayah di dunia yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yakni tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi bulan minimal 8 derajat.
Namun, setelah pukul 24.00 UTC, terdapat wilayah di dunia yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2, dengan ketentuan tinggi dan elongasi bulan yang sama, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru pada pukul 16.06.13 UTC.
Wilayah yang pertama kali memenuhi kriteria tersebut berada di daratan Amerika, dengan koordinat lintang 56°48'49" LU dan bujur 158°51'44" BB, serta posisi bulan berada pada ketinggian 5°23'35" dan elongasi 8°00'11".
Berdasarkan perhitungan tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah secara global jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi.
Selain itu, Muhammadiyah juga menetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah ditetapkan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Baca juga: Jelang Puasa Ramadhan, Simak Tips Khatam Al-Quran Selama 1 Bulan, Muslim Wajib Cek
Di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga kini belum mengumumkan perkiraan awal puasa Ramadan 2026.
PBNU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yaitu metode yang mengombinasikan perhitungan hisab dengan rukyatul hilal, sebagaimana yang digunakan oleh pemerintah.
Kepastian awal Ramadhan versi PBNU baru akan ditetapkan setelah dilakukan pemantauan hilal pada 29 Syaban.
Apabila sama dengan kalender hijriah pemerintah, kemungkinan besar awal Puasa Ramadhan 2026 versi NU jatuh pada 19 Februari 2026.
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)