Jakarta (ANTARA) - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus (TB) Ace Hasan Syadzily menyebutkan untuk mewujudkan target Indonesia Emas 2045 diperlukan fondasi kemandirian bangsa yang kokoh.

Dalam acara Pembukaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan Ke-224 di Lemhannas, Jakarta, Kamis (5/2), ia menuturkan elemen bangsa tidak bisa bekerja dengan biasa-biasa saja, tetapi perlu fondasi yang kokoh.

"Fondasi itu adalah kemandirian bangsa, kita harus berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang pangan, energi, air, pertahanan, dan ekonomi,” kata Ace, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Meski demikian, menurutnya, tetap ada tantangan yang harus dihadapi untuk menuju kemandirian bangsa, antara lain persaingan global yang ketat, isu ketahanan pangan dan energi, serta kebutuhan sumber daya manusia unggul.

Dia mengatakan untuk mengantisipasi tantangan tersebut perlu adanya karakter bangsa yang kuat serta mampu mengimplementasikan empat konsensus dasar, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI serta Astacita yang merupakan bintang pemandu membangun kemandirian bangsa.

Ace turut menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan untuk mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh, yaitu dengan membentuk karakter, watak, kepribadian, dan jiwa nasionalisme bangsa, guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ditegaskan bahwa penguatan berbagai nilai kebangsaan bukan hanya sebagai nurani kebangsaan, melainkan juga mampu memperkuat kohesi sosial, membangun kesadaran geopolitik, dan kompas moral bangsa guna mewujudkan tujuan nasional.

Selain itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan juga dinilai sangat penting untuk menghadapi dan mengatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri guna menjamin eksistensi, integritas, dan kelangsungan hidup berbangsa dan berbangsa serta terwujudnya ketahanan nasional.

Ia mengharapkan kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan Ke-224 dapat memperkuat pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia juga menyampaikan agar para peserta jangan pernah lelah untuk terus mengembangkan diri karena melalui pelatihan yang diikuti akan lahir para penggerak kebangsaan yang tangguh.

"Jangan pernah lelah membekali diri, karena dari pelatihan ini lah lahir para penggerak kebangsaan yang tangguh," tutur dia.

Kegiatan dengan tema "Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045" tersebut diikuti oleh 100 peserta, yang terdiri atas 35 birokrat, 13 akademisi, organisasi profesi 45 orang, organisasi masyarakat enam orang, dan TNI/Polri sebanyak 11 orang.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung 8 hari, mulai 5-12 Februari 2026.