Sampah Rusak Keindahan Tempat Wisata Pantai Karang Ria Manado Sulawesi Utara
Rizali Posumah February 08, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keindahan Pantai Karangria, Manado, dirusak oleh kemuculan sampah yang mengotori pesisir pantai ini. 

Padahal, sejatinya pantai yang berlokasi di Kelurahan Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara ini adalah destinasi wisata murah meriah bagi warga. 

Pantauan Tribun Manado di awal Februari 2026, terdapat banyak sampah berserakan di pantai yang berjarak sekira 2 kilometer dari Pasar 45 dan sekira 10 kilometer dari Bandar Udara Sam Ratulangi ini.

Walhasil, petugas sampah kelimpungan. 

Sebabnya, saat baru saja dibersihkan, beberapa waktu kemudian sampah baru nampak lagi. 

Kepedulian pun muncul. Gerakan Indonesia Asri pada Jumat (6/2/2026) membuat tempat itu terlihat bersih. 

Gerakan Indonesia ASRI adalah inisiatif nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026 untuk mengatasi masalah sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih berkualitas. 

ASRI sendiri merupakan akronim dari empat pilar utama:

  • Aman: Menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif.
  • Sehat: Mendorong gaya hidup bersih untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
  • Resik: Fokus pada kebersihan lingkungan dari sampah secara masif dan terpadu.
  • Indah: Menata estetika ruang publik untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan kenyamanan hunian. 

Ratusan anggota TNI, ASN, siswa, komunitas serta masyarakat, bahu membahu menggaruk sampah di sana.

Namun keberlanjutan kebersihan belum bisa dipastikan. 

Karena masih banyak sampah yang tersembunyi di air. 

Juga masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan di sungai. 

Heis dari komunitas Beach Clean Up menuturkan, sampah di sana berasal dari sungai kecil yang berada tak jauh dari sana. 

"Sampah berasal dari sana," kata dia Minggu (8/2/2026). 

Komunitas beach clean up adalah kelompok sukarelawan yang berdedikasi membersihkan sampah di pesisir pantai untuk menjaga ekosistem laut, pariwisata, dan lingkungan.

Aksi ini sering dilakukan melalui kegiatan gotong royong, untuk mengurangi polusi sampah laut. Kegiatan ini melibatkan pengumpulan sampah plastik, edukasi lingkungan, dan pelibatan masyarakat atau perusahaan. 

Heis mengatakan, sampah terbawa angin selatan ke tengah lautan. 

Lama sampah terombang ambing di sana. Hingga angin barat datang. 

"Angin lantas membawa sampah ke pesisir pantai ini, jadi alam mengembalikannya," kata dia. 

Ia mengaku rutin membersihkan sampah di pantai tersebut bersama komunitasnya. 

Kadang, ia menuturkan, sampah tak hanya berada di pesisir, tapi bersembunyi di dalam gulungan air. 

"Makanya kami dalam membersihkan, selalu juga turun ke air," kata dia. 

Dikatakannya, kotornya pantai di Manado semestinya menyadarkan semua pihak untuk tidak membuang sampah di sungai. (Art)

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.