Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Wisata kuliner berbasis alam kini menjadi daya tarik tersendiri di Kabupaten Ciamis, salah satunya adalah Alam Kadu yang berlokasi di Dusun Cijoho, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.
Tempat ini mengusung konsep unik makan nasi liwet dadakan di tengah alam, dipadukan dengan sajian durian saat musimnya tiba.
Selain itu, pengunjung juga bisa membeli durian yang sudah matang dengan cara memetik langsung dari pohonnya. Alam Kadu ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-18.00 WIB.
Baca juga: Rekomendasi 4 Kuliner Legendaris di Ciamis yang Cocok untuk Makan Siang
Baca juga: 4 Spot Kuliner Sunda Khas Ciamis yang Hampir Terlupakan, Cocok untuk Makan Siang Suasana Memoriable
Owner Alam Kadu, H. Aan Targana, menjelaskan bahwa konsep yang diusung berbeda dengan tempat wisata kebanyakan.
Pengunjung bisa menikmati nasi liwet khas yang dimasak dadakan sambil bersantai di alam terbuka, sementara anak-anak dapat bermain air atau berenang di waterboom kecil.
“Di sini bukan wisata renang. Tapi saat orang tuanya sedang meliwet, anaknya bisa sambil berenang. Jadi suasananya santai buat keluarga,” ujar H. Aan saat ditemui di lokasi Alam Kadu, Minggu (8/2/2026).
Saat musim durian, pengunjung juga dapat menikmati durian langsung di lokasi.
Saat ini tersedia durian jenis Bawor, sementara Musang King tengah habis karena tingginya permintaan.
“Kalau durian memang musiman. Ada yang doyan durian, ada yang enggak. Jadi konsep utamanya tetap liwet, durian itu bonus,” katanya.
Di kawasan Alam Kadu terdapat sekitar 1.000 pohon durian yang ditanam di luas lahan durian mencapai lima hektare.
Baca juga: Durian Hill Ciamis Objek Wisata Baru di Caimis, Tawarkan Wisata Air dan View Alam yang Indah
Ke depan, pengelola berencana menambah fasilitas penunjang seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
“Animonya tinggi, apalagi menjelang munggahan. Makanya kami tambah lahan parkir. Kalau hari Minggu atau libur bisa sampai 500 pengunjung lebih,” ungkapnya.
Ciri khas Alam Kadu terletak pada nasi liwet dadakan, yang dimasak langsung setelah dipesan.
Proses memasak membutuhkan waktu sekitar 22 menit demi menghasilkan nasi liwet dengan kerak dan rasa gurih yang khas.
“Kalau buru-buru jangan ke sini. Liwet di sini dadakan, harus ada keraknya. Saya tidak mau mengganti menu dengan yang instan,” tegas H. Aan.
Menu liwet di Alam Kadu juga mengusung cita rasa tempo dulu, dengan menu tambahan ikan bakar bumbu cobek khas tahun 1970-an.
Sambal dibuat dari racikan tomat, jahe, dan kencur tanpa santan, mengikuti resep tradisional Ciamis.
“Ini resep lama. Dulu ibu saya bikin sambal cobek pakai jahe, tomat dan kencur, bukan santan,” katanya.
Untuk paket nasi liwet, harga untuk 2–3 orang dibanderol Rp110 ribu, sudah termasuk ikan bakar, tahu, tempe, ikan asin peda, sambal, dan lalapan. Sementara paket 4 orang seharga Rp190 ribu.
Pengelola juga melayani pemesanan khusus, termasuk untuk buka puasa bersama, dengan sistem reservasi.
“Kalau mau bukber harus booking dulu. Jangan sampai datang dan nunggu lama,” pungkas H. Aan.
Daya tarik wisata kuliner Alam Kadu di Dusun Cijoho, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, tak hanya menyedot pengunjung lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
Salah satunya Dede Ridwan (37), pengunjung asal Tasikmalaya, yang mengaku penasaran setelah melihat konten Alam Kadu di media sosial.
“Sebetulnya sudah lama dapat info Alam Kadu ini dari TikTok dan Facebook. Baru hari ini bisa sempat datang langsung,” ujar Dede saat ditemui di lokasi.
Dede datang bersama keluarganya sekaligus bersilaturahmi dan menjenguk anak yang kebetulan tinggal tak jauh dari kawasan Alam Kadu.
Menurutnya, suasana alam yang asri menjadi nilai tambah tersendiri.
“Alhamdulillah suasananya nyaman. Bisa makan sambil menikmati alam,” katanya.
Ia mengaku langsung memesan menu andalan berupa nasi liwet khas Alam Kadu serta durian.
Meski jenis durian yang tersedia saat itu hanya Bawor dan Musang King, Dede tetap puas dengan kualitas rasa yang disajikan.
“Durian mah relatif harganya, sama saja dengan yang lain. Rasanya enak,” ujarnya.
Sementara untuk nasi liwet, Dede menilai konsep serba dadakan menjadi pembeda dibanding tempat lain.
Ia mengapresiasi penggunaan bahan segar, terutama ikan yang langsung diambil dari kolam dan dibakar.
“Saya senang makan ikan yang bukan dari freezer. Di sini semuanya dadakan, ikannya langsung dibakar, rasanya beda dan lebih enak,” ucapnya.
Kunjungan pertamanya ke Alam Kadu meninggalkan kesan positif. Ia menyebut tempat ini cocok untuk dikunjungi bersama keluarga, terutama bagi yang ingin menikmati kuliner khas Ciamis dengan nuansa alam.(*)