Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Memasuki bulan ketiga pascabencana alam yang sempat mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Tengah kembali stabil.
Pulihnya akses transportasi turut mendorong normalisasi kegiatan ekonomi masyarakat.
Pantauan di sejumlah pasar menunjukkan harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer berada di kisaran Rp 26.000 per tabung.
Harga tersebut telah kembali ke kisaran normal setelah pada masa bencana sempat melonjak hingga mencapai Rp 120.000 per tabung akibat terputusnya jalur distribusi.
Stabilitas harga juga terlihat pada komoditas pangan. Bawang merah dijual dengan harga sekitar Rp 35.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah berada di kisaran Rp 35.000 per kilogram, meningkat dibandingkan harga sebelumnya Rp 25.000 per kilogram, namun masih dalam rentang wajar seiring mulai normalnya pasokan.
Seorang pedagang sayuran di Pasar Inpres, Takengon, Kamariah, mengatakan distribusi barang kini kembali lancar.
“Alhamdulillah. Harga barang sudah normal karena sudah banyak yang masuk, kalau kemarin itu (waktu bencana) barang seperti telor, minyak, dan lain-lain itu kosong barang,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Selain kebutuhan pokok, harga komoditas unggulan daerah, kopi arabika Gayo juga menunjukkan pergerakan positif.
Saat ini, harga kopi gelondong arabika Gayo berada di kisaran Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per bambu.
Petani kopi di Kecamatan Pegasing, Zuhri, menyebutkan kenaikan harga tersebut membantu pemulihan ekonomi petani, meskipun saat ini belum memasuki masa panen.
“Setidaknya ini sangat membantu petani, kalau pun buahnya tidak banyak, setidaknya cukup kalau untuk kebutuhan sehari-hari kami,” katanya.
Warga Takengon, Rahmawati, mengaku kondisi ekonomi rumah tangga mulai membaik seiring stabilnya harga kebutuhan pokok, dan tidak lagi sulit di dapat.
“Sekarang sudah lebih tenang. Gas elpiji, minyak dan beras harganya sudah normal,” ujarnya.
Stabilnya harga kebutuhan pokok dan membaiknya distribusi barang diharapkan dapat memperkuat proses pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Tengah pascabencana. (*)
Baca juga: Sudah 2 Bulan Bencana Alam, 9 Desa di Aceh Tengah dan Satu Desa di Gayo Lues Masih Padam Listrik
Baca juga: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Sudah 3 Hektare, Pemkab Usul Relokasi Jalan ke Kementerian PU