TRIBUNJATIM.COM- Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun gedung 40 lantai untuk MUI di Bundaraan HI mengundang respon dari berbagai pihak.
Satu di antaranya respon dari Jusuf Hamka.
Dilansir dari Tribunnews, tokoh Islam Tionghoa Jusuf Hamka atau Babah Alun mendukung upaya Presiden Prabowo Subianto mendorong persatuan antara pemerintah dengan ulama.
Jusuf menyebut, dengan menyatukan umara dan ulama, Prabowo ingin menghapus kesenjangan kemakmuran di masyarakat.
Baca juga: MUI Angkat Bicara Soal Board of Peace usai Bertemu dengan Presiden Prabowo
"Jadi, beliau kepengin negeri ini tidak ada kesenjangan lagi," tutur Jusuf Hamka dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).
Dirinya menilai mendukung langkah Prabowo kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) berupa lahan 4000 meter persegi di kawasan Bundaran HI.
Dirinya mengatakan, pemberian hadiah ini bentuk rasa sayang Prabowo pada seluruh umat Islam di Indonesia.
Saat ini, kantor MUI di Jalan Proklamasi merupakan milik Departemen Agama yang dipinjamkan ke MUI.
Babah Alun mengatakan, MUI pernah dijanjikan akan dibangunkan kantor di kawasan Taman Mini, tapi hal itu tidak pernah terealisasi sampai sekarang.
"Dan hari ini satu surprise, kejutan, ya kok saya jadi, tadi waktu ini (diumumkan) terenyuh, waktu Presiden bilang. Sampai (mengucap) ‘Allahuakbar’, ini ternyata Presiden ini yang namanya Prabowo yang paling sayang kepada umat Islam,” ujarnya.
Jusuf mengaku, lahan yang awalnya milik Kedutaan Besar Inggris itu pernah akan dibeli oleh adiknya seharga Rp 1,2 triliun.
Meski begitu, dirinya mengatakan negara tidak menjual lahan tersebut.
"Negara tidak menjual. Negara pakai. Sekarang buat kepentingan MUI. Terus ada Baznas nanti dia di situ. Terus ada LDU, Lembaga Dana Umat. Dan dibangun 40 lantai. Ini megah sekali,” ucapnya.
Menurutnya, pembangunan gedung 40 lantai untuk MUI yang dijanjikan Presiden Prabowo ini setidaknya akan menelan biaya sekitar Rp 9,8 triliun.
Hal itu didasarkan perkiraan gedung yang akan dibangun seluas 1000 meter dengan tinggi 40 lantai, jadi ada 40 ribu meter. Biaya pembangunan satu meter gedung tinggi bisa mencapai Rp 20 juta.
Pembangunan per lantai bisa menghabiskan Rp 20 miliar per 1000 meter per lantai.
"Kalau 40 lantai, Rp 20 miliar x 40, Rp 8 T ya kalau tidak salah. Rp 8 T plus Rp 1,2 itu Rp 9,8 T. Ini hadiah,” jelasnya.
Babah Alun menyarankan agar gedung 40 lantai ini nantinya menjadi monumen yang bisa dibanggakan Bangsa Indonesia seperti Petronas Tower di Malaysia. Diperkirakan, pembangunan gedung akan selesai dalam waktu tiga tahun.
“Ya saya sih menyarankan kepada pemerintah jangan hanya dibuat gedung begitu saja buat perkantoran, tetapi juga dibuatkan jadi tempat wisata religi di sana. Jadi perjuangan Islam di Indonesia itu ada tuh kelihatan semacam museum ininya. Terus di atasnya dibuat kayak Petronas Tower. Ini kan satu kebanggaan,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan telah menyediakan lahan 4.000 meter di depan Bundaran HI untuk pembangunan gedung bagi MUI dan badan umat Islam lainnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Siapkan Lahan Seluas 4.000 Meter untuk Kantor Baru MUI di Bundaran HI
"Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam," kata Prabowo, saat menyampaikan taklimat dalam acara doa bersama dan pengukuhan pengurus MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).