Cerita Ahmad Habibie Pernah Setahun Nganggur Sambil Tarkam hingga Jadi Kiper Futsal Terbaik se-Asia
Irwan Wahyu Kintoko February 08, 2026 08:14 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Perjalanan karier kiper Timnas Futsal Indonesia, Ahmad Habibie, tidak ditempuh dengan jalan instan. 

Di balik pencapaiannya saat ini, ada fase panjang penuh perjuangan, bahkan sempat menjalani masa tanpa pekerjaan setelah lulus sekolah.

Habibie bahkan tidak mengenal futsal saat masih duduk di bangku SMP. 

Baca juga: Runner Up Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto Segera Siapkan Tim dan Soroti Fasilitas di Indonesia

Saat itu ia hanya bermain sepak bola untuk mengisi waktu luang.

Masuk jenjang SMK, lingkungan pergaulan dan sekolah mengenalkannya lebih dekat dengan futsal. 

Teman-teman seangkatannya banyak yang menekuni olahraga tersebut.

Baca juga: Kalah Dramatis dari Iran, Hector Souto Tetap Bangga Lihat Perjuangan Timnas Futsal Indonesia

Di masa itu, Ahmad Alfyanto atau yang akrab disapa Bang Peking menjadi orang yang paling berpengaruh dalam perjalanan awal karier Habibie.

"Awalnya cuma main-main saja, di SMK kebetulan banyak teman yang suka futsal, dari situ Bang Peking yang mendorong saya buat ikut latihan dan masuk klub," kata Habibie, Minggu (8/2/2026).

Dorongan dari Bang Peking yang jadi seniornya di sekolah tersebut menjadi titik balik hingga Habibie rutin berlatih dan mengikuti beragam kegiatan futsal di luar sekolah.

Setahun Tanpa Pekerjaan

Setelah lulus dari SMK Permata Bangsa, Habibie sempat berada dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan tetap selama kurang lebih satu tahun.

Namun masa tersebut dimanfaatkan dengan terus bermain futsal dari satu turnamen ke turnamen lain, termasuk pertandingan antarkampung atau tarkam.

"Sempat setahun enggak kerja setelah lulus SMK, isinya keliling ikut tarkam dan panggilan main, alhamdulillah dari situ hasilnya lumayan dan akhirnya lanjut di futsal," katanya.

Seiring berproses, kesempatan Habibie mulai terbuka, dari kompetisi lokal hingga mendapat peluang bergabung dengan tim profesional di Liga Pro Futsal.

Candaan di Kampung

Ayah anak satu itu memutuskan menjadi kiper dari hal sederhana. 

Saat kecil, ia kerap diminta mengisi posisi penjaga gawang karena almarhum ayahnya dikenal piawai bermain sepak bola di posisi yang serupa.

Hanya saja, ayahnya meninggal saat Habibie masih kecil sehingga ia tidak pernah mendapatkan latihan atau didikan secara langsung. 

Namun lingkungan membuatnya terdorong mencoba posisi kiper.

"Dulu sering dibilang, 'Bapak lu jago, lu jadi kiper aja', awalnya cuma candaan di kampung, tapi akhirnya saya tekuni," ucap Habibie.

Sejak saat itu, Habibie memutuskan posisi kiper menjadi peran yang terus ia jalani hingga sekarang.

Seleksi Timnas U-20

Langkah menuju level nasional dimulai ketika Habibie mengikuti seleksi Timnas Futsal Indonesia U-20 tahun 2017. 

Ia kemudian terlibat dalam ajang internasional tingkat Asia pada periode 2018–2019.

Sebelumnya, Habibie meniti jenjang dari kompetisi daerah, mulai Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kota Bekasi hingga tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2022.

Rangkaian pengalaman tersebut menjadi capaian proses sebelum akhirnya Habibie menembus level profesional dan bergabung dengan Timnas Futsal senior.

Di balik pencapaiannya, Habibie justru mengaku pernah melalui masa-masa sulit. 

Ia pernah di posisi rutin berlatih setiap hari tanpa memiliki pemasukan tetap.

Pendapatan hanya diperoleh jika tim yang dibelanya berhasil menjadi juara turnamen tarkam. 

Bahkan, uang yang didapat kerap habis untuk kebutuhan transportasi.

"Orang lihat enaknya sekarang, tapi dulu latihan tiap hari, enggak ada gaji, kalau juara baru dapat uang, itu pun cuma cukup buat bensin," katanya.

Meski begitu, semangat Habibie tidak pernah surut hingga tetap konsisten berlatih dan berpindah dari satu panggilan pertandingan ke pertandingan lain.

Nyaris Jadi Karyawan

Habibie juga sempat tidak pernah membayangkan akan menjadi pemain futsal profesional. 

Sebelum serius menekuni futsal, Habibie justru berpikir masa depannya hanya menjadi karyawan biasa.

Namun perjalanan yang awalnya sekadar hobi perlahan berubah menjadi profesi yang memberinya penghasilan dan mampu menopang kehidupan keluarganya.

Saat ini Habibie tercatat menjadi kiper terbaik di ajang Piala Asia Futsal atau Asian Football Confederation (AFC) 2026 yang diakuinya sebagai sesuatu capaian di luar dugaan. (m37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.