Bupati Bangka Barat hingga Wakapolda Babel Ikut Perang Ketupat, Saling Lempar Satu Sama Lain
Hendra February 08, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan ketupat beterbangan di udara, disambut sorak tawa dengan wajah-wajah penuh semangat.

Saat masyarakat, para tamu kehormatan dari jajaran Pemkab Bangka Barat hingga Pemprov Bangka Belitung ikut larut dalam kemeriahan tradisi Perang Ketupat, pada Minggu (8/2/2026) di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang.

Mereka saling melempar ketupat dalam suasana riuh. Namun penuh makna kebersamaan di tengah lapangan.

Tak hanya dari kalangan pemda, jajaran kepolisian dan TNI juga ikut, seperti dilakukan Wakapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda, bersama Bupati Bangka Barat dan Forkopimda lainnya.

Murry Mirranda turun langsung ke lapangan dan ikut merasakan prosesi perang ketupat.

"Ini sebagai daya tarik wisata yang ingin datang ke Bangka Barat. Karena banyak istiadat di Bangka Barat ini, kami sangat mensyukuri dan mendukung. Ini bentuk dukungan kami dalam membangun, Bangka Barat," kata Bupati Bangka Barat, Markus, usai melakukan lempat ketupat, Minggu (8/2/2026).

Dia menjelaskan, festival Perang Ketupat merupakan tradisi masyarakat pesisir Tempilang sebagai wujud rasa syukur atas hasil laut yang melimpah, sekaligus simbol kebersamaan dan doa untuk menolak bala.

"Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarwarga serta menjaga kelestarian adat budaya lokal," harapnya.

Selain Wakapolda Babel, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, pejabat TNI, DPRD, OPD, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati kawasan Pantai Pasir Kuning.

Sementara, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugrah,  menyampaikan,  seluruh rangkaian kegiatan Festival Perang Ketupat dan Sedekah Ruah berjalan dengan aman berkat sinergi pengamanan lintas instansi.

“Polres Bangka Barat bersama Polsek Tempilang, TNI, Dishub, dan Satpol PP melaksanakan pengamanan secara terpadu sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana.

Dia menambahkan, pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan lokasi kegiatan, hingga pengawalan tamu undangan, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hadir.

Setelah rangkaian utama Festival Perang Ketupat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Naber Kampong, atau bertamu ke rumah-rumah warga sebagai bagian dari tradisi sedekah ruah. 

"Berlangsungnya kegiatan ini secara aman dan lancar, Polres Bangka Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal serta menjaga stabilitas keamanan dalam setiap kegiatan masyarakat," tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.