Di saat banyak mahasiswa memilih fokus pada satu jalur demi menjaga performa akademik, Revina Yuninda Fajarini justru melangkah berbeda. Mahasiswi asal Ponorogo ini membuktikan bahwa kesibukan bukan penghalang prestasi, melainkan ruang belajar yang membentuk karakter dan keberanian untuk bermimpi lebih besar.
TRIBUNMATARAMAN.COM | PONOROGO - Di tengah tuntutan akademik yang kian kompleks, tidak sedikit mahasiswa memilih fokus pada satu jalur demi menjaga performa.
Namun, pilihan berbeda ditunjukkan oleh Revina Yuninda Fajarini, mahasiswi Program Studi Administrasi Negara Universitas Negeri Surabaya (UNESA) angkatan 2023 asal Ponorogo.
Aktif berorganisasi, terlibat dalam berbagai kepanitiaan, menekuni dunia modeling sejak usia dini, hingga tetap menjaga IPK konsisten di atas 3,5, semua dijalani Revina dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Baginya, kesibukan bukan hambatan, melainkan ruang belajar yang membentuk kedewasaan dan karakter.
Baca juga: Tiket Kereta Mudik Lebaran dari Daop 7 Madiun Masih Longgar, Baru 23 Ribu Tiket Terjual
Semangat aktif tersebut telah tumbuh sejak Revina duduk di bangku SMA di Ponorogo. Ketika merantau ke UNESA, semangat itu tidak luntur.
Kini, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa UNESA Kampus Ponorogo, sebuah posisi strategis yang menuntut kepemimpinan, komunikasi, dan tanggung jawab tinggi.
Selain itu, Revina juga aktif dalam berbagai kegiatan, seperti kepanitiaan Pemilihan Putra Putri FISIPOL 2024, menjadi Panitia Inti Kakang Senduk Ponorogo 2025, serta dipercaya sebagai juri Putra Putri SMAN 2 Ponorogo selama tiga tahun berturut-turut (2023–2025). Kepercayaan tersebut menjadi bukti kapasitas dan integritasnya.
Bagi Revina, organisasi adalah ruang belajar kehidupan. Di sanalah ia melatih komunikasi, membangun jejaring, dan belajar menghadapi beragam karakter.
Di luar kampus, Revina juga menekuni dunia modeling sebagai model makeup portofolio.
Ketertarikan ini telah ia jalani sejak kelas 4 SD. Sejak kecil, ia aktif mengikuti berbagai ajang modeling hingga ke luar kota.
“Model juga mimpi aku dari kecil. Aku sering mengikuti lomba model sampai luar kota, dan kepanitiaan organisasi juga salah satu kewajiban bagiku untuk mengeksplor dunia kampus dan pertemanan,” tutur Revina.
Pengalaman panjang di dunia modeling membentuk mentalnya. Ia belajar menerima kegagalan, tetap percaya diri, dan terus berkembang.
Untuk menyeimbangkan semuanya, Revina menerapkan manajemen waktu ketat. Hari aktif digunakan untuk kuliah dan organisasi, sementara modeling dijalani di akhir pekan.
Prestasi juga mengiringi langkahnya. Revina tercatat sebagai Purna Paskibraka Indonesia 2021 dan Senduk Favorit Ponorogo 2021, dua pencapaian yang menegaskan konsistensi dan kedisiplinannya sejak usia muda.
Di balik semua itu, dukungan keluarga menjadi fondasi terkuat.
“Sosok yang paling berpengaruh adalah ayah dan ibu. Sejak kecil mereka memberi aku ruang untuk berkembang dan menyalurkan hobi,” ujarnya.
Ke depan, Revina berharap dapat terus tumbuh menjadi perempuan yang amanah, jujur, dan bermanfaat, serta memberi kontribusi bagi daerah asalnya.
(tribunmataraman.com/ Najwa Meisya Albahri)