TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah bersih-bersih serentak di Pantai Mertasari Sanur pada Jumat kemarin, DLHK Denpasar mengaku akan mengupayakan hal itu menjadi aksi rutin.
Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga wajah Sanur tetap bersih.
Apalagi menurut Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa biasanya pantai di Denpasar akan dapat kiriman sampah pada bulan Mei, Juni, dan Juli.
Hal itu bersamaan dengan masuknya angin timur.
Baca juga: Gubernur dan Wawali Arya Wibawa Lepas 5.000 Pelari di Sanur Bali International Half Marathon 2026
"Pada saat itulah sepanjang Pantai Sanur hingga Padanggalak akan dipenuhi sampah," katanya.
Namun, jenis sampahnya berbeda dengan di pantai bagian barat.
Untuk di Padanggalak hingga Sanur, sampah didominasi oleh lumut, sisa-sisa rumput laut, hingga plankton yang menepi ke pesisir.
Hal inilah yang membuat pantai kita terlihat kotor.
"Maka untuk ini kita akan berkolaborasi dengan berbagai elemen termasuk masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan pesisir Sanur," ujarnya.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, selain sebagai kegiatan rutin, aksi bersih-bersih ini juga sebagai upaya pelaksanaan dari instruksi dan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai penanganan masalah sampah di musim-musim seperti sekarang, khususnya di pesisir pantai-pantai Bali.
Kegiatan serupa pun akan dilaksanakan berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar.
Arya Wibawa kemudian menyoroti, aktivitas pedagang yang setiap pagi sekitar pukul 04.00 atau 04.30 WITA, yang secara bergotong royong membersihkan sampah.
Hasilnya, pukul 06.00 pagi kawasan ini biasanya sudah bersih kembali.
Begitu pula dengan pihak hotel di kawasan Sanur yang telah melibatkan petugasnya untuk menjaga kebersihan.
"Ini adalah gerakan bersama, gerakan gotong royong. Mari kita jadikan momentum kegiatan hari ini untuk terus mengobarkan semangat masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai dan lingkungan masing-masing," ungkap Arya Wibawa. (*)