TRIBUN-SULBAR.COM - CEO Tribun Network sekaligus Anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, raih penghargaan PWI Awards pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, Senin (9/2/2026).
Pria kelahiran Wakatobi, Sulawesi Tenggara itu meraih penghargaan sebagai pribadi atas jasanya menyatukan kembali organisasi PWI yang sempat terpecah.
Dahlan Dahi yang juga Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, hadir langsung menerima penghargaan di Kota Serang, Banten.
Baca juga: MAW Talk Awards 2025, CEO Tribun Network Dahlan Dahi Dinobat Sebagai Tokoh Media Berpengaruh
Baca juga: PWI Sulbar Apresiasi Dewan Pers Fasilitasi Kongres Persatuan, Sulaiman: Akhir Konflik Internal PWI
Ia hadir dengan seragam batik berlengan panjang.
Dahlan Dahi tampak berjejer bersama sejumlah pejabat yang juga menerima penghargaan di atas panggung.
Setelah itu, Dahlan Dahi bersama para penerima penghargaan berfoto bersama beberapa menteri Kabinet Merah Putih di atas panggung.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid naik ke atas panggung lalu menyalami satu per satu para penerima penghargaan.
Hari Pers Nasional atau biasa disingkat HPN di Indonesia diperingati setiap tanggal 9 Februari setiap tahun.
Penetapan tanggal tersebut tidak lepas dari sejarah lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.
Banten menjadi tuan rumah HPN 2026, hari ini, Senin (9/2/2026).
Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Dewan Pers beserta PWI, asosiasi media, dan serikat perusahaan pers menandatangani deklarasi pers yang memuat delapan pernyataan.
Deklarasi itu ditandatangani pada acara Konvensi Nasional Media Massa bertema “Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik" di Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).
"Pers nasional menjalankan peran menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia, serta menghormati kebhinekaan, mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar, melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran," demikian pernyataan dalam dokumen deklarasi pers yang diterima Tribunnews.
Sebelumnya, Dahlan Dahi mengingatkan dahsyatnya pengaruh informasi dalam membentuk cara berpikir, bersikap, hingga menentukan arah masa depan sebuah bangsa.
Dahlan menyebut bahwa informasi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi kekuatan utama yang membentuk imajinasi kolektif masyarakat dan pada akhirnya memengaruhi perilaku sosial dan politik di Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026, Minggu (8/2/2026).
"Informasi yang luar biasa. Informasi tentang apa yang kita katakan, tentang apa yang kita pertunjukkan, tentang apa yang kita ulang-ulangi. Dan, informasi mempengaruhi apa yang ada di pikiran kita, di kepala kita," kata Dahlan.
Baca juga: Lengkap dengan Cara Mudah Unggah di Media Sosial, Berikut 30 Link Twibbon Hari Pers Nasional 2026
Ia menilai kemampuan masyarakat untuk berkumpul, bekerja sama, dan mengambil keputusan bersama sangat ditentukan oleh informasi yang diterima dan dipercaya.
"Saya dengar, teman-teman, banyak yang diam, karena ada story di kepala kalian tentang apa yang sedang kita distribusikan," ujarnya.
Dahlan menyebut proses tersebut sebagai collective imagination, yakni imajinasi bersama yang terbentuk melalui arus informasi yang terus-menerus dikonsumsi publik.
"Informasi tidak hanya membentuk imajinasi kita, tapi mempengaruhi behavior, tentang pilihan-pilihan kita," tutur Dahlan.
Dahlan Dahi menyatakan bahwa informasi secara langsung memengaruhi pilihan-pilihan konkret masyarakat, mulai dari konsumsi hingga keputusan politik.
"Kita mendukung atau kita menolak. Dia mempengaruhi action, tindakan kita. So, informasi sangat powerful," katanya.