Farhan Pastikan MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Distribusi dan Menu Akan Disesuaikan
Kemal Setia Permana February 09, 2026 02:26 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk seluruh siswa di Kota Bandung dipastikan akan tetap berjalan selama bulan Ramadan.

Nantinya distribusi ke setiap sekolah akan disesuaikan.

Distribusi MBG dipastikan akan tetap optimal meski di tengah pelaksanaan ibadah puasa, sehingga makanan yang disajikan kepada siswa dijamin tetap higienis agar tetap layak dikonsumsi saat buka puasa.

"Puasa (MBG) tetap berjalan, makanan akan diserahkan saat siang hari untuk dibawa pulang. Bentuknya menyesuaikan kemampuan teknis masing-masing SPPG," ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Jalan Pahlawan, Senin (9/2/2026).

Distribusi MBG akan dilayani oleh ratusan SPPG. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung tercatat ada 160 SPPG dengan rincian yang beroperasi 147 dan yang belum beroperasi tercatat 13.

Baca juga: Bobotoh Ramai-ramai Beri Selamat Ultah untuk Thom Haye, Komentar Band Kuburan Bikin Salfok

Jumlah SPPG yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) per tanggal 5 Januari 2025 tercatat ada 30.

Sementara yang hingga saat ini masih proses pengajuan ada 103 SPPG. Untuk ke depan pihaknya masih membutuhkan sekitar 63 titik SPPG.

"Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG Cihaurgeulis 02, yang merupakan salah satu model inovatif. SPPG ini melekat langsung dengan sekolah yang akan menerima manfaat," katanya.

SPPG tersebut akan melayani 800 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Bahkan, SPPG ini akan menjadi salah satu model baru yang akan terus dipantau perkembangannya.

"Jika hasilnya baik, nanti akan kita usulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar bisa diadopsi di tempat lain. Keunggulannya, karena tidak ada jarak antara SPPG dan sekolah, ada beberapa manfaat langsung," ucap Farhan.

Dengan keunggulan tersebur, kata Farhan, penyajian dan menu makanan bisa segera dikoreksi apabila ada kekurangan. Kedua, pengolahan sampah sisa makanan bisa ditangani lebih terintegrasi.

Baca juga: Pemkot Bandung Siapkan Skema Lain Setelah 70.202 Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan

"Sekolah juga menjadi tempat yang lebih efektif untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada para siswa," katanya.

Farhan mengatakan, oleh pihak kelurahan Cihaurgeulis, SPPG ini bisa dijadikan sebagai tempat edukasi dan praktik, bagaimana sisa makanan diolah menjadi kompos atau bentuk pengolahan lainnya, bekerja sama dengan pihak sekolah.

"Artinya, pengelolaan sampah ini dilakukan secara 360 derajat. Tidak hanya menjadi tanggung jawab DLH atau kelurahan, tetapi juga SPPG dan sekolah, sekaligus sebagai sarana edukasi bagi siswa," ujar Farhan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.