Grid.ID - Aktris Aurelie Moeremans hingga kini masih menjadi perbincangan publik. Hal tersebut berkaitan dengan keberaniannya mengungkap kisah kelam masa lalu yang selama ini ia pendam.
Aurelie mengaku pernah mengalami child grooming saat usianya masih 15 tahun. Kisah tersebut ia tuangkan melalui buku yang ia tulis berjudul Broken Strings.
Melalui buku itu, Aurelie awalnya hanya ingin berdamai dengan dirinya sendiri. Ia menuliskan kisah tersebut sebagai cara memahami trauma yang pernah ia alami.
"Menulis buku ini awalnya hanya untukku sendiri, sebagai cara memahami kekacauan yang pernah ada. Aku pikir akan kusimpan selamanya," tulisnya.
Seiring waktu, pandangannya mulai berubah setelah sang suami membaca tulisan tersebut. Dukungan dari orang terdekat membuatnya berpikir ulang tentang tujuan buku itu.
"Tapi saat suamiku membacanya, dia berkata ‘Mungkin ceritamu bisa membantu Aurelie lain di luar sana, seseorang yang masih mencari jalan keluar atau alasan untuk bertahan‘," katanya.
Ucapan tersebut menjadi titik balik bagi Aurelie dalam memaknai karyanya. Ia menyadari bahwa kisah itu bukan lagi hanya tentang dirinya.
"Saat itu aku sadar, buku ini bukan lagi milikku sendiri. Buku ini miliki setiap gadis yang pernah dibungkam, setiap penyintas yang masih memikul beban dalam diam. Buku ini untuk kita," ujarnya.
Tak disangka, buku Broken Strings memberikan dampak luas bagi banyak orang. Keberanian Aurelie membuat para korban lain mulai bersuara.
"Aku masih nggak percaya dampak yang lahir dari buku ini. Orang-orang berani sepak up. Kasus-kasus grooming mulai terungkap dan diproses. Buku ini dibawa ke DPR, supaya ada perubahan sistem," ungkapnya.
Menurut wanita kelahiran Belgia ini, perubahan besar juga terlihat dalam cara isu child grooming dibicarakan. Topik tersebut kini mulai dibahas secara terbuka di ruang publik.
"Di 2026, child grooming akhirnya dibicarakan secara terbuka, bahkan di sekolah. Supaya anak-anak aware akan tanda-tandanya. Supaya mereka nggak harus mengalami apa yang pernah aku alami," tuturnya.
Perjalanan panjang yang ia lalui kini terasa memiliki makna tersendiri. Semua luka masa lalu perlahan berubah menjadi kekuatan untuk menciptakan perubahan.
"Seperti yang selalu suamiku bilang, ternyata semua yang pernah aku lewati akhirnya punya arti. Buku ini sudah bukan tentang aku. Ini tentang perubahan yang akhirnya terjadi," tutupnya.