Bhayangkara FC Datangkan 6 Pemain Asing Baru di Paruh Kedua BRI Super League
Robertus Didik Budiawan Cahyono February 09, 2026 04:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC melakukan perombakan besar-besaran pada bursa transfer paruh musim, guna mengejar target lima besar di akhir musim BRI Super League Indonesia 2025/2026.

Tak tanggung-tanggung, enam pemain asing baru langsung didatangkan ke Stadion Sumpah Pemuda guna mengatrol posisi tim yang saat ini masih tercecer di papan tengah.
 
Nama terakhir yang resmi bergabung adalah gelandang serang asal Jepang, Ryo Matsumura, yang didatangkan dengan status pinjaman dari Persija Jakarta.

Hadirnya Ryo juga memastikan lini serang Bhayangkara FC bakal diisi dua pemain Jepang, setelah sebelumnya mereka sukses meminjam Sho Yamamoto dari Persis Solo.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sumardji, menyebut bahwa langkah agresif ini diambil setelah manajemen merasa performa legiun asing di putaran pertama tidak memenuhi ekspektasi.

Baca juga: Pegulat Junior Lampung Sabet 2 Emas dan 1 Perak Kejurnas di Jakarta

"Di putaran pertama kami evaluasi, kualitas pemain asing sebelumnya bisa dikatakan masih standar. Berdasarkan itu, manajemen sepakat banyak (pemain asing) yang kami keluarkan dan ganti dengan pemain baru," ujar Sumardji, Senin (9/2/2026).

Enam pemain asing baru yang diharapkan menjadi senjata baru Bhayangkara FC di putaran kedua yakni, Moussa Sidibe, Hendry Doumbia, Privat Mbarga, Alan Cardoso, Sho Yamamoto, dan Ryo Matsumura.

Kehadiran para bintang baru ini diharapkan mampu mengubah peta persaingan Bhayangkara FC di liga. 

Sumardji optimistis bahwa perubahan komposisi ini akan membuahkan hasil instan, mengingat beberapa pemain sudah menunjukkan progres menggembirakan.

"Dengan adanya upaya perbaikan ini, kami mulai realistis. Kami ingin syukur-syukur bisa finis di posisi lima besar. Kalaupun meleset, setidaknya di posisi enam atau tujuh," jelasnya.

Terkait Ryo Matsumura, Sumardji menyebut pemain asal Jepang tersebut memiliki tugas berat. 

Manajemen telah menetapkan indikator performa (KPI) yang ketat jika Ryo ingin kontraknya dipermanenkan di akhir musim.

"Ryo kontrak terakhir yang kita sign karena slotnya tinggal satu. Ada opsi perpanjang kontrak jika dia memenuhi target yang kita sampaikan ke dia," pungkas Sumardji.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.