Kronologi Pengemudi Ojol Dianiaya Diduga Oknum Paspampres di Jakbar, Berawal Tanya Alamat
Weni Wahyuny February 09, 2026 04:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota pasukan pengamanan presiden (paspampres).

Kejadian itu terjadi di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (4/2/2026)

Kejadian bermula saat Hasan mendapatkan pesanan mengantar seorang penumpang bernama Nur di Jalan Mawar, Srengseng, dengan tujuan Jalan Cilebar (Haji Lebar), Jakarta Barat, pada Rabu (4/2/2026) lalu. 

"Sampai di lokasi tujuan, penumpang saya mengatakan bahwa rumahnya bukan ini. Terus dia sering dipanggil ke sana, cuma dia enggak tahu jalan. Saya konfirmasi jalannya ke mana Kak? Dia enggak tahu juga," ujar Hasan kepada Kompas.com, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas dalam Kebakaran di Sentosa Plaju Palembang, Ayah-Ibunya Dirawat di RS

Penumpang tersebut kemudian dikirimkan titik lokasi oleh pelaku.

Namun, tautan tersebut tidak dapat dibuka. 

Hasan lalu berinisiatif mengikuti titik lokasi di peta yang mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi awal. 

Setibanya di sana, Hasan meminta penumpangnya menghubungi pemilik rumah untuk memastikan arah.

Saat ponsel diberikan kepada Hasan, ia justru mendapat respons kasar dan makian dari terduga pelaku.

"Saya bilang, 'Pak, saya di Jalan Kecapi nih, rumah Bapak ke mana lagi ya?'. Terus dia jawabannya malah kasar. 'Saya... ngapain kamu di Jalan Kecapi? Saya di Haji Briti Situ kan udah saya shareloc," tutur Hasan menirukan ucapan pelaku. 

Hasan mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa ia hanya bertanya karena tidak tahu jalan, tetapi emosi pelaku justru memuncak. 

"Saya bilang, 'Bapak ngapain marah-marah? Saya kan cuma nanya alamat'. Terus malah dia bilang, 'Monyet kamu ya! Sini kamu kalau berani!'," ucap dia.

Meski sempat ragu dan takut, Hasan memutuskan tetap mengantar penumpang tersebut hingga ke depan rumah pelaku karena merasa kasihan hari sudah larut malam. 

Sesampainya di lokasi, seorang pria yang merupakan anak pelaku telah menunggu Hasan dan penumpangnya. 

"Di situ ada anaknya sudah berdiri di depan rumah dengan nada kayak nantangin gitu, bilang kalau saya enggak sopan ke bapaknya. Padahal mah saya cuma nanya alamat, bapaknya dia yang omel-omel," jelas Hasan.

Perdebatan pun memanas hingga anak pelaku menendang sepeda motor Hasan.

Perkelahian fisik pun tak terhindarkan. 

"Dia nendang motor saya. Saya enggak terima kan, saya dorong, terus dia mukul saya, terus saya pukul juga. Pukul-pukulan di situ," lanjutnya.

Di tengah keributan antara Hasan dan anak pelaku, pelaku pemukulan yang diduga anggota paspampres, keluar dari rumah membawa sebatang besi.

"Terus paspampres ini, bapaknya ini datang bawa besi dan mukul kepala saya. Sekali pukul pakai besi, saya luka di dahi kiri," kata Hasan. 

Warga sekitar pun segera melerai kejadian tersebut. Hasan kemudian diamankan ke rumah RT untuk ditanyai kronologi kejadian.

Pelaku Diduga Paspampres

Saat diamankan, Ketua RT dan warga setempat menyebut bahwa pelaku adalah anggota paspampres. 

"Nah, yang konfirmasi itu RT-nya (pelaku diduga paspampres). Polisi juga tahunya dari RT, kan dia menghubungi RT buat konfirmasi kejadian tuh," ujar Hasan.

Hasan kemudian melakukan visum dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Kembangan.

Namun, saat itu polisi menyatakan kesulitan memproses hukum karena pelaku merupakan anggota militer. 

"Penyidik bilang, 'Wah kalau Paspampres kayaknya enggak bisa diusut, harus ke Pomdam (Polisi Militer)'," ucap Hasan. 

Hasan pun akhirnya memviralkan kasus ini di media sosial karena merasa laporannya mandek. 

Setelah viral, pihak Polsek Kembangan pun kembali memanggil Hasan untuk pemeriksaan lanjutan pada Senin siang ini. 

"Tadi sih saya dipanggil buat ke kantor lagi. Katanya sih pemeriksaan lebih lanjut bilangnya. Cuma mungkin habis dari Polsek saya langsung ke Pomdam," tuturnya.

Penjelasan Polisi

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Rahmat mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan proses penyelidikan sedang berjalan. 

Terkait dugaan bahwa pelaku merupakan anggota paspampres, Rahmat menyebut informasi tersebut didapatkan dari keterangan korban saat pemeriksaan pada hari Sabtu (7/2/2026) lalu. 

Namun, polisi mengaku masih belum bisa memastikan identitas pelaku karena masih dalam tahap penyelidikan. 

"Info dari korban setelah di-BAP pada hari Sabtu begitu (pelaku Paspampres). Tapi saat ini kami masih selidiki," kata Rahmat.

Saat ditanyai perihal klaim korban yang menyebut polisi mengaku tak bisa memproses hukum karena pelaku diduga anggota militer, Rahmat tak memberikan jawaban. 

"Saat ini kami masih lidik, akan diperiksa lebih lanjut. Sementara itu dulu, mohon waktu," ucap Rahmat.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.