Kisah Pilu Kakak Beradik di Bandung Barat Cari Botol Bekas Kehujanan dan Kelaparan Ditolong Polisi
Hilda Rubiah February 09, 2026 05:27 PM

TRIBUNJABAR.ID - Sebuah pemandangan pilu kakak beradik hendak mencari botol bekas di Bandung Barat, viral di media sosial.

Usia mereka masih terlalu dini untuk merasakan kepahitan hidup yang serba kekurangan itu.

Semestinya mereka bermain dan sekolah seperti teman-teman sebayanya.

Namun karena kondisi, masa kecil mereka habiskan untuk membantu orang tuanya mencari nafkah di jalanan.

Inilah kisah pilu yang dialami kakak beradik di Bandung Barat, Jawa Barat.

Baru-baru ini kisah mereka viral setelah ditolong polisi, Bripka Rizky Hikmat.

Baca juga: Total Bantuan yang Diterima Guru Ngaji di Bandung yang Viral dari Kelaparan hingga Banjir Bantuan

Bripka Rizky Hikmat membagikan unggahan video saat bertemu dengan kakak beradik itu sedang kehujanan dan kelaparan.

Anggota Polres Cimahi itu tak sengaja melihat dua anak itu berdiri di pinggir jalan sambil membawa karung berisi botol bekas.

Salah satu anak yang masih belia terlihat menangis merengek kepada kakaknya.

Hal yang membuat Bripka Rizky Hikmat tergerak hingga akhirnya meminta dua anak kakak beradik itu menghampirinya.

Bripka Rizky Hikmat tampak khawatir karena kedua anak tersebut kehujanan.

Saat ditanya kenapa sang adik menangis,  ternyata mereka belum makan.

Sontak Bripka Rizky Hikmat pun bergegas mengajak kakak beradik itu makan di warung pingir jalan.

Meski makanan yang disajikan hanya telur dan nasi, mereka tampak lahap setelah seharian mencari botol bekas sambil di jalanan.

Saat berbincang, diketahui identitas kakak beradik itu bernama Yadi dan Siska.

Yadi sang kakak berusia 13 tahun, dan Siksa baru berusia 7 tahun.

Mirisnya ternyata Yadi putus sekolah. Padahal seharusnya ia duduk di bangku kelas 6 SD atau 1 SMP.

“Gak sekolah, terakhir sekolah kelas 5 SD,” ujar Yadi.

Sementara adiknya Siska yang sudah 7 tahun itu pun belum sekolah.

Saat ditanya apakah Yadi ingin kembali sekolah, dengan wajah polos Yadi langsung mengangguk.

Begitu juga sang adik, Siska yang mengaku mau bersekolah.

Kepada Bripka Rizky, Yadi mengaku kedua orang tuanya masih ada.

Yadi juga memiliki satu adik yang masih kecil berusia 3 tahun di rumah.

Sang ayah bekerja mencari rezeki dengan berjualan bakso.

Mereka hidup di Bandung Barat dengan mengontrak.

Penghasilan ayahnya dari berjualan bakso tampaknya tak cukup untuk menghidupi satu keluarga mereka.

Hal yang akhirnya membuat Yadi putus sekolah dan ikut membantu mencari nafkah dengan mengumpulkan botol bekas di jalanan untuk dijual ke pengepul.

Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Kisah Pilu Atlet Rugby asal Garut Derita Penyakit Usus Terkendala Biaya 

Yadi mengaku sehari-hari ia berangkat mencari botol bekas mulai pukul 8 pagi ke wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Meski lelah, Yadi tetap menekuni pekerjaannya seolah dipaksa kuat karena keadaan.

Diberi Sembako dan Uang

Setelah perut Yadi dan Siska terisi, mereka juga diberi sembako dan yang dari Bripka Rizky Hikmat, polisi baik tersebut.

Bripka Rizky pun tampak berjanji bahwa dirinya akan kembali menemui mereka di rumah.

Polisi dari Polres Cimahi itu menjanjikan akan membujuk orang tua agar Yadi dan Siska bisa sekolah.

“Nanti bapak ketemu sama orang tua ya, biar sekolah,” ujar Bripka Rizky Hikmat.

“Nanti ketemu lagi sama bapak, mudah-mudahan ada rezekinya adek buat bisa sekolah lagi ya,” sambungnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.