TRIBUNTRENDS.COM - Sheyna Lashira gadis enam tahun yang meninggal dunia ditabrak mobil di Singapura baru saja rayakan ultah, momen pesta jadi unggahan terakhir bareng sang mama.
Fakta ini diketahui dari postingan ibundanya, Raisha Anindra.
Melalui Instagram @raishaanindra, Raisha sempat mengunggah momen pesta ulang tahun keenam Sheyna.
Pesta itu digelar pada November 2025, namun Raisha baru mengunggah fotonya pada Desember 2025.
Unggahan itu kini menjadi unggahan terakhir Raisha bersama Sheyna di IG yang dibuat sebelum Sheyna meninggal.
Dalam postingannya, Raisha memamerkan potret cantik sang putri di pesta bertema fairytale.
Baca juga: Sosok Raisha Anindra, Ibu Gadis 6 Tahun yang Kecelakaan di Singapura, Tak Ikut Lihat Pemakaman Anak
Sheyna tampil memakai gaun warna ungu lengkap dengan mahkota dari rangkaian bunga.
Ia sempat berfoto bersama sang mama, papa, dan adik lelakinya.
Semua bermula saat keluarga WNI yang terdiri suami-istri dan kedua anaknya sedang berlibur di kawasan Kuil Relik Gigi Buddha di Chinatown pada 11:50 pagi waktu Singapura.
Sebelum kecelakaan, korban anak itu dan orang tuanya sedang menyeberang jalan, ibunya mengikuti di belakang ketika kecelakaan terjadi
Sementara sang ayah mendorong kereta bayi dengan anak mereka yang berusia dua tahun di depan.
Kemudian datanglah mobil yang dikendarai pelaku penabrakan.
Kecelakaan terjadi di pintu keluar tempat parkir menuju Jalan Banda, dan lebar jalan tersebut kira-kira selebar dua mobil yang berdampingan.
Akuntan bernama Lu (62 tahun), yang sedang makan di dekat situ bersama istrinya, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa daerah tempat kejadian itu terjadi adalah objek wisata dengan lalu lintas yang padat.
Jalan tempat kejadian itu terjadi sempit, dan beberapa orang mengemudi terlalu ugal-ugalan dan terlalu cepat, yang sangat berbahaya.
Baca juga: Fakta-fakta Kecelakaan yang Menewaskan Sheyna Lashira di Singapura, Sosok Penabrak Jadi Sorotan
"Pihak berwenang dapat mempertimbangkan untuk memperlebar persimpangan agar kendaraan memiliki lebih banyak ruang saat berbelok. Pengemudi juga dapat mempertimbangkan untuk parkir di tempat parkir bertingkat terdekat untuk menghindari keramaian," katanya.
Usai kejadian, kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Singapura.
Nahasnya, korban anak meninggal dunia, sementara ibunya selamat dengan menderita luka-luka.
Seorang pemilik toko berusia 70 tahun bernama Li, yang menjalankan toko dupa kertas di dekat situ, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa setelah kejadian itu, ayah gadis itu memeluknya, yang tampak tidak sadarkan diri, dan menangis tersedu-sedu, sebuah pemandangan yang memilukan.
"Orang tua sering membawa anak-anak mereka ke sini, dan ada juga banyak kelompok pelajar yang sedang mengikuti program imersi."
"Beberapa anak tidak memperhatikan kendaraan dan langsung menyeberang jalan, yang sungguh menakutkan untuk dilihat," katanya.
Berdasarkan foto yang beredar, sejumlah polisi berseragam dinas tampak menangkap pelaku penabrakan.
Ia dituduh telah mengemudi secara lalai yang menyebabkan kematian.
Hingga kini, investigasi polisi masih berlangsung.
Setelah pengemudi wanita itu dibawa pergi oleh polisi, suaminya mengatakan kepada wartawan bahwa istrinya memiliki pengalaman mengemudi lebih dari 10 tahun dan telah mengemudi ke Chinatown hari itu untuk menjemput putra mereka yang berusia 6 tahun dari sekolah.
Baca juga: Penabrak WNI di Singapura Merasa Bersalah, Saksi Rekam Hal Berbeda, Sempat Ribut dengan Ayah Korban
Dia tidak pernah menyangka kecelakaan itu akan terjadi.
"Ketika saya menerima teleponnya, dia menangis sepanjang waktu. Dia juga sangat khawatir tentang kondisi korban."
Ia juga menjelaskan bahwa setelah kecelakaan itu, istrinya segera keluar dari mobil untuk memeriksa para korban dan memanggil ambulans.
Putra mereka, yang berada di dalam mobil, ketakutan karena kecelakaan mendadak itu dan terus menangis.
"Ia benar-benar merasa bersalah dan menyesal," katanya.
Kedutaan Besar Indonesia di Singapura mengatakan bahwa staf kedutaan pergi ke Rumah Sakit Umum Singapura pada malam kejadian untuk memberikan bantuan kepada keluarga almarhum.
"Staf kedutaan telah bertemu dengan ayah gadis itu dan akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga almarhumah," kata dalam sebuah keterangan.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa staf kedutaan juga berkomunikasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa semua prosedur administratif ditangani dengan benar, terutama pengaturan pemulangan jenazah almarhum.
"Saat ini, anggota keluarga korban telah tiba di Singapura dari Indonesia, dan kerabat mereka di Singapura juga hadir untuk menemani mereka," lanjutnya.
Informasi tambahan, pada Minggu (8/2/2026), keluarga telah membawa jenazahnya kembali ke Jakarta pada Minggu pagi (8 Februari) dengan penerbangan Singapore Airlines.
Juru Bicara Kemenlu RI, Yvonne Mewengkang menambahkan, pelaku yang diduga warga negara asing juga sudah ditahan polisi.
"Pengemudi kendaraan yang menabrak korban saat ini sudah ditahan pihak berwajib Singapura," katanya, dikutip dari kanal YouTube KompasTV. (Tribun Trends)