Sosok Gus Yusuf, Mundur dari PKB agar Fokus Urus Pendidikan
deni setiawan February 09, 2026 07:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Pasca resmi tak lagi menjabat sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau akrab disapa Gus Yusuf menyatakan diri tak lagi di partai.

Dia menyatakan mundur dari PKB di tingkat manapun. Dia menyatakan ingin fokus di pendidikan yang selama ini menjadi awal pengabdiannya.

Beberapa program pun sedang dan telah disiapkannya untuk program pendidikan, terutama berkaitan dengan Ponpes API Tegalrejo Magelang.

Meskipun mundur dari PKB, Gus Yusuf menegaskan darahnya masih NU dan akan tetap menjadi kader NU.

Baca juga: Gus Yusuf Terima Penghargaan Tokoh Pamomong

• 8 Puskesmas di Batang Harus Relokasi, Ini Beberapa Penyebabnya

KH Muhammad Yusuf Chudlori resmi mengakhiri kiprahnya di PKB setelah masa jabatannya sebagai Ketua DPW PKB Jateng berakhir pada 29 Januari 2026. 

Keputusan ini menandai langkah baru Gus Yusuf untuk kembali memusatkan perhatian pada pengembangan pesantren dan program pendidikan yang selama ini menjadi basis pengabdiannya.

Gus Yusuf, demikian dia akrab disapa menegaskan bahwa dirinya tidak lagi aktif dalam struktur kepengurusan partai, baik di tingkat wilayah maupun pusat.

“Saya off, tidak aktif lagi di struktur, baik DPW maupun DPP PKB dan balik fokus menata kembali pesantren,” ucapnya seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (6/2/2026).

Keputusan tersebut sekaligus menutup babak keterlibatan formal Gus Yusuf dalam politik praktis, meski dia menegaskan tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap proses kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU), organisasi yang memiliki sejarah panjang dengan PKB.

Mengapa Mundur dari PKB? 

Menurut Gus Yusuf, keputusan mundur dari PKB bukanlah langkah yang diambil secara mendadak.

Dia mengungkapkan bahwa rencana tersebut sudah dipikirkan sejak lama, bahkan jauh sebelum Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Jawa Tengah digelar pada akhir Januari 2026.

Dalam Muswil tersebut, PKB Jateng menetapkan Sarif Abdillah, Wakil Ketua DPRD Jateng sebagai Ketua DPW PKB Jateng periode 2026–2031.

Bagi Gus Yusuf, berakhirnya masa jabatan tersebut menjadi momentum yang tepat untuk menuntaskan niatnya kembali fokus ke pesantren.

Dia juga telah mengomunikasikan rencana pengunduran diri itu kepada Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Bahkan Gus Yusuf menyebut sempat mendapat respons penahanan dari pimpinan partai.

“Cak Imin, terus terang, gondheli (menahan),” tuturnya.

Baca juga: Cegah Lakalantas Gus Yusuf Gelar Bimtek Khusus Driver Kyai 

Fokus ke Pendidikan 

Selepas tidak lagi aktif di struktur PKB, Gus Yusuf berencana memusatkan energi dan perhatiannya pada pengembangan Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo di Kabupaten Magelang.

Pesantren ini merupakan salah satu pesantren besar di Jawa Tengah yang memiliki pengaruh kuat dalam jejaring pesantren NU.

Sejumlah program pendidikan tengah disiapkan seperti:

  1. Pendirian Ma’had Aly sebagai penguatan pendidikan tinggi keagamaan berbasis pesantren.
  2. Pengembangan kurikulum pesantren yang tetap berakar pada tradisi kitab kuning, namun responsif terhadap kebutuhan zaman.
  3. Keterlibatan dalam pembangunan sekolah menengah kejuruan berbasis pesantren di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Lagi banyak program di pesantren (Tegalrejo). Saya lagi mau bikin Ma’had Aly, konsentrasi di IKN,” kata Gus Yusuf.

Benar-Benar Lepas? 

Meski tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan PKB, Gus Yusuf menegaskan dirinya tidak memutus hubungan historis dan kultural dengan partai tersebut.

Dia memandang PKB sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NU.

“Saya tetap memandang PKB dilahirkan NU. Kami tetap punya tanggung jawab moral ikut mengawal,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Gus Yusuf menempatkan dirinya sebagai figur kultural yang tetap memberi perhatian pada proses pengkaderan NU, khususnya dalam menyiapkan ulama-ulama muda dan kader pesantren yang berwawasan kebangsaan.

Baca juga: Maruf Amin, Cak Imin hingga Gus Yusuf Ikut Melayat ke Pemakaman Gus Alam Kendal

Profil Sosok Gus Yusuf

KH Muhammad Yusuf Chudlori dikenal sebagai ulama, budayawan, sekaligus tokoh publik asal Magelang.

Dia merupakan pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo dan putra dari KH Chudlori Musthofa, ulama kharismatik pendiri pesantren tersebut.

Latar belakang keluarga pesantren membentuk Gus Yusuf sebagai bagian dari generasi penerus ulama NU dengan jejaring kuat di kalangan pesantren salaf.

Dalam kiprahnya, dia aktif di berbagai struktur organisasi keagamaan dan kemasyarakatan NU, terutama dalam isu pendidikan pesantren, kaderisasi ulama muda, serta penguatan Islam moderat atau wasathiyah.

Sebagai budayawan, Gus Yusuf juga dikenal aktif dalam pelestarian tradisi Islam Jawa dan penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui pesantren.

Di ruang publik, dia dipandang sebagai figur ulama muda yang tenang, tidak konfrontatif, namun memiliki pengaruh simbolik dan kultural yang cukup besar, khususnya di Jawa Tengah dan jejaring pesantren NU.

Sumber Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.