TRIBUNWOW.COM - Berikut profil Denilson Junior, pemain kunci Ratchaburi FC yang kans teror Persib Bandung, Barros dan Andrew Jung kalah pamor.
Dilansir TribunWow.com, Persib Bandung akan bertandang ke markas Ratchaburi FC di Stadion Ratchaburi, Thailand dalam lanjutan pertandingan babak 16 besar ACL Two pada Rabu (11/2/2026).
Apabila Persib Bandung mampu meraih kemenangan atau hasil imbang di laga ini, maka klub tersebut akan memperoleh modal besar untuk mengalahkan Ratchaburi FC dan melaju lebih jauh di babak 16 besar kompetisi tersebut.
Namun, di sisi lain, Persib Bandung harus waspada lantaran Ratchaburi FC punya pemain yang berpotensi merepotkan, satu di antaranya adalah Denilson Junior.
Performanya yang mengesankan dengan Ratchaburi FC membuat pamornya lebih menonjol dibanding pemain Persib Bandung seperti Barros dan Andre Jung.
Bersama Ratchaburi, Denilson Junior telah meraih 15 gol dari 23 pertandingan.
Prestasi itu jauh lebih baik dibandingkan tiga penyerang utama Persib Bandung, yaitu Uilliam Barros, Andrew Jung, dan Ramon Tanque.
Uilliam Barros menjadi yang memiliki jumlah gol terbanyak di antara ketiganya dengan 9 gol dari 27 pertandingan.
Di belakangnya, Andrew Jung juga mencatatkan 9 gol, sedangkan Ramon Tanque memiliki rekor 4 gol.
Dengan demikian, Persib Bandung harus tetap waspada terhadap keunggulan yang dimiliki Ratchaburi FC di lini depan, terutama perlu mengantisipasi dengan baik agar Denilson Junior tidak dapat menunjukkan performanya maksimal.
Baca juga: Arema FC Nyesal? Primadona Anyar yang Naik Daun Hanya Dikontrak Setahun, Persib-Persija Kans Bajak
Dikutip dari Transfermarkt, Denilson Junior adalah pemain sepak bola profesional asal Brasil yang lahir di Rio de Janeiro pada 18 Juli 1995.
Denilson Junior bermain pada posisi utama sebagai penyerang tengah dan mampu juga bermain sebagai sayap kanan, menggunakan kaki kanan sebagai kaki dominan.
Pemain dengan harga pasar Rp 8,69 ini saat ini bermain di klub Thailandia Ratchaburi FC dengan kontrak yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Karier sepak bolanya dimulai dari akademi muda klub besar Brasil, sebelum membuat debut profesional bersama São Paulo pada tahun 2014.
Selama beberapa tahun berikutnya, ia berpindah antar klub Brasil seperti Vitória dan Atlético MG, memperoleh pengalaman berharga di berbagai kompetisi domestik.
Pada tahun 2016-2017, pemain dengan tinggi badn 1,88 m ini memulai perjalanan kariernya di luar negeri dengan masa pinjaman ke FK Neftchi di Uzbekistan dan Granada B di Spanyol, di mana ia mulai menunjukkan potensi sebagai penyerang yang tangguh.
Selanjutnya, ia memperkuat sejumlah klub di benua Eropa dan Asia, antara lain Tondela (Portugal), Al-Faisaly (Yordania) yang membuatnya meraih pengalaman di kompetisi Asia Champions League, Pacos de Ferreira (Portugal), Al-Dhafra (UAE), Hatta (UAE), Famalicão (Portugal), Avai FC (Brasil), Ha Noi FC (Vietnam) yang membuatnya dikenal lebih luas di kawasan Asia, Vila Nova (Brasil), dan Guarani (Brasil).
Pada Agustus 2025, ia resmi bergabung dengan Ratchaburi FC di Liga Thailandia, dan telah mencatatkan performa yang sangat mengesankan dengan 15 gol serta 9 assist dalam 23 pertandingan.
Denilson Junior bahkan berhasil membawa Ratchaburi FC menjadi salah satu pesaing kuat di klasemen dan disebut-sebut sebagai ancaman serius bagi klub-klub besar kawasan, termasuk Persib Bandung, dengan performanya yang dinilai lebih menonjol dibandingkan pemain bintang lain seperti Barros dan Andrew Jung.
Profil Denilson Junior
Dikutip dari Transfermarkt, berikut profil Denilson Junior :
Nama di negara asal : Denílson Pereira Júnior
Tanggal lahir / Umur : 18 Juli 1995 (30)
Tempat kelahiran : Rio de Janeiro, Brasil
Tinggi : 1,88 m
Kewarganegaraan : Brasil
Posisi : Penyerang - Depan-Tengah
Kaki dominan : Kanan/Right
Agen Pemain : Promanager
Klub saat ini : Ratchaburi FC
Bergabung : 27 Agustus 2025
Kontrak berakhir : 30 Juni 2026
Harga pasar : Rp 8,69 miliar
Statistik Berdasarkan Klub
FC Pacos de Ferreira : 51 pertandingan, 12 gol, 2 asist, 9 kartu kuning, 2.857 menit bermain.
Recreativo Granada : 38 pertandingan, 10 gol, 0 assist, 5 kartu kuning, 2.172 menit bermain.
Avai FC : 30 pertandingan, 12 gol, 0 assist, 5 kartu kuning, 2.480 menit bermain,
Esporte Clube Vitoria : 27 pertandingan, 11 gol, 0 assist, 4 kartu kuning, dan 1.869 menit bermain.
Ratchaburi FC : 23 pertandingan, 15 gol, 9 asist, 2 kartu kuning, 1.841 menit bermain.
Ha Noi FC : 19 pertandingan, 7 gol, 1 asist, 3 kartu kuning, 1.161 menit bermain.
Guarani Futebol Clube (SP) : 18 pertandingan, 3 gol, 0 asist, 2 kartu kuning, 875 menit bermain.
Al-Dhafra FC : 15 pertandingan, 5 gol, 3 asist, 1.288 menit bermain.
FC Famalicao : 14 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 1 kartu kuning, 410 menit bermain.
CD Tondela : 13 pertandingan, 3 gol, 1 assist, 1 kartu kuning, dan 966 menit bermain.
Sao Paulo Futebol Clube : 12 pertandingan, 1 gol, 1 assist, 0 kartu kuning, dan 354 menit bermain.
Al-Faisaly FC : 12 pertandingan, 6 gol, 1 asist, 1 kartu kuning, 790 menit bermain.
Vila Nova Futebol Clube (GO) : 10 pertandingan, 0 gol, 1 asist, 336 menit bermain.
Neftchi PFK : 2 pertandingan, 0 gol, 0 asist, 59 menit bermain.
Clube Atletico Mineiro : 8 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 2 kartu kuning, 233 menit bermain,
Fluminense Football Club : 2 pertandingan, 1 gol, 0 assist, 0 kartu kuning, 58 menit bermain.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Ratna Desti Astuti/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa)