TNI Kebut Jembatan Lhok Sandeng
mufti February 10, 2026 10:03 AM

Kami tetap mengutamakan keamanan prajurit dan kualitas konstruksi. ABDUL HADI, Dandim Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 836/BY hingga tim Vertical Rescue Indonesia (VRI), terus membangun jembatan gantung Garuda, Senin (9/2/2026).

Sarana penyeberangan itu menghubungkan Gampong Lhok Sandeng dengan Dusun Lhok Pineung, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya (Pijay). Personel TNI AD terus memacu percepatan pemulihan pascabanjir di Pidie Jaya. 

Saat ini, progres pekerjaan jembatan tersebut sudah menuntaskan sebagian besar pekerjaan struktur dasar, yang mencapai 65 persen. 

Antara lain, penimbunan tiang gapura utama, termasuk pemasangan hingga pengikatan batu deadman sebagai penahan struktur jembatan.  Tahapan tersebut menjadi fondasi penting sebelum pemasangan rangka gantung dipasang.

Selanjutnya akan dilakukan tahap penguatan konstruksi utama. Selain itu, saat ini difokuskan penggalian lubang pondasi, hingga pengangkutan material batu kali untuk memperkuat dasar konstruksi, yang terletak di Dusun Lhok Pinueng.  

Satu unit excavator dikerahkan guna membantu proses penggalian dan penimbunan material, mengingat pekerjaan dengan medan yang sangat berat.

Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi SSos kepada Serambi, Senin (9/2/2026), mengatakan, saat ini percepatan progres tetap berjalan dengan pengawasan ketat terhadap faktor keselamatan kerja dan standar teknis konstruksi. 

Ia menyebutkan, pekerjaan terus dipacu sehingga progres terus berkembang. Seluruh material utama telah didorong ke lokasi, sehingga pengerjaan berjalan berkelanjutan. "Kami tetap mengutamakan keamanan prajurit dan kualitas konstruksi,” ujarnya.

Dikatakan Dandim, target pengerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur pondasi. Juga penguatan gapura sebagai tahapan krusial sebelum pemasangan komponen jembatan berikutnya.(naz)

Tanpa Hambatan Material

Sementara Ketua Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI), Dadan mengungkapkan, bahwa secara teknis pembangunan berjalan stabil tanpa hambatan material. 

Tantangan terbesar berasal dari faktor cuaca, mengingat lokasi berada di wilayah perbukitan yang kerap diguyur hujan pada sore hari.

“ Secara teknis semua berjalan lancar. Personel di lapangan tetap solid dan kompak. Meski cuaca kadang menghambat waktu kerja, tapi progres tetap kami jaga supaya pembangunan sesuai target,” jelas Dadan. 

Menurutnya, dengan capaian progres yang terus meningkat, pengerjaan Jembatan Gantung Garuda kini memasuki fase penting yang menentukan percepatan tahap akhir pembangunan. 

" Harapan kita, kehadiran jembatan itu dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung utama aktivitas pertanian dan mobilitas warga setempat," pungkasnya. (naz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.