Pendapatan Turun, Sopir Angkot di Bekasi Ngadu ke KDM, Minta Maaf ke Istri Tak Mampu Kirim Uang
Joseph Wesly February 10, 2026 01:50 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN- Penurunan pendapatan dirasakan para sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bekasi sejak beroperasinya layanan Trans Patriot, dan kini, Selasa (10/2/2026) hadir juga Trans Beken.

Hal itu dikarenakan sejumlah rute atau trayek yang bersinggungan dengan angkot.

Kondisi tersebut dikatan satu pengemudi angkot, Entus, yang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan harian keluarga karena jumlah penumpang terus berkurang.

Menurut dia, sebelum layanan bus baru beroperasi, mencari setoran harian saja sudah tidak mudah. 

Kini, penghasilannya disebut turun drastis karena sebagian penumpang beralih ke moda transportasi tersebut.

“Sekarang cari penumpang sangat susah. Untuk setoran saja sering tidak dapat,” kata Entus saat ditemui Tribun Bekasi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (10/2/2026).

Minta maaf tak bisa kirim uang

Entus menjelaskan, penurunan pendapatan yang dialaminya bisa mencapai lebih dari 50 persen, jika dibandingkan sebelumnya. 

Dampaknya, kebutuhan rumah tangga yang biasa dipenuhi dari penghasilan harian menjadi tertunda.

Bahkan ia mengaku harus menahan kiriman uang untuk istri dan anak di kampung karena kondisi keuangan yang belum stabil.

Jangankan untuk mengirim uang ke istri, ia pun menegaskan untuk biaya membayar kontrakan untuk tempat tinggal pun sudah menunggak tiga bulan.

“Saya sampai minta maaf ke istri karena belum bisa kirim uang. Bukannya tidak mau, tapi memang lagi tidak ada,” jelasnya.

Baca juga: 5 Rute Angkot di Kota Bekasi Tidak Beroperasi Sementara saat Ratusan Sopir Demo Trans Beken

Baca juga: Demo Ratusan Sopir Angkot di Kota Bekasi Warnai Peresmian Trans Beken

Entus berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mampu memperhatikan nasib pengemudi angkot yang menggantungkan penghasilan harian dari jumlah penumpang.

Selain itu, ia juga berharap kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa Bapa Aing atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk membantu mencari solusi.

“Harapannya ada solusi, jangan sampai mengganggu rute kami. Kami ini sopir yang hidup dari setoran harian, pak Dedi (KDM) saya mohon juga bantu kami, bantu carikan solusi," harapnya.

Sebagai informasi, lebih kurang 300 sopir angkoy di Kota Bekasi melakukan demo sembari mogok kerja di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (10/2/2026).

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pengoperasian jalur baru Bus Trans Beken yang dinilai bersinggungan langsung dengan trayek mereka.

Rute yang dinilai mereka terdampak diantaranya mulai dari Terminal Bekasi, Bekasi Timur, kawasan Rawapanjang, Jalan Ahmad Yani, Harapan Indah dan kembali ke Terminal Bekasi.

Aksi tersebut terlihat dari berhentinya sejumlah angkot beroperasi di beberapa titik. 

Para sopir memilih turun ke lapangan untuk menyampaikan aspirasi dengan melampiaskannya ke sebuah tulisan dengan pylox ke sebuah banner yang mereka bawa.

Mereka mendesak Pemkot Bekasi perlu melakukan penyesuaian kebijakan terhadap layanan transportasi baru tersebut. (M37)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.