Mohan Hazian Owner Thanksinsomnia Muncul Bantah soal Isu Dugaan Pelecehan Usai Trending di X 
Kharisma Tri Saputra February 10, 2026 03:01 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Owner brand lokal Thanksinsomnia seklaigus Youtuber Mohan Hazian akhirnya muncul usai namanya menjadi trending di X atau Twitter, pada Senin (9/2/2026).

Lewat Instagram miliknya Mohan Hazian menyampaikan klarifikasi dan membantah kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang talent yang pernah bekerjasama dengannya.

Dalam unggahan video di akun Instagram-nya, Mohan sempat ingin menggelar konferensi pers pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.00 WIB.

Namun, dirinya kini lebih memilih untuk memberikan klarifikasi sekaligus bantahan melalui unggahan tertulis di akun Instagramnya.

"Saya memutuskan untuk tidak melakukan konferensi pers yang sejatinya dilakukan jam 20.00 WIB, malam hari ini, dan memilih menyampaikan hal ini secara langsung melalui pernyataan pribadi, dengan harapan dapat berbicara secara jujur, tenang, dan penuh rasa hormat kepada semua pihak," katanya dalam unggahan tersebut.

Postingan Mohan Hazian usai nama jadi trending di X d
MOHAN HAZIAN - Postingan Mohan Hazian usai nama jadi trending di X dugaan pelecehan. Ia membantah.

Dalam pernyataannya, Mohan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat isu tersebut.

Ia mengakui situasi ini telah menimbulkan kekecewaan dan luka bagi banyak orang.

“Pertama, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kegaduhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ucapnya.

Baca juga: Mengenal Sosok Mohan Hazian Tengah Trending di X, Seorang Founder Brand Thanksinsomnia

Dalam klarifikasinya, Mohan membantah telah melakukan pelecehan terhadap siapapun termasuk oleh seorang talent berinisial AR.

"Namun yang harus saya garis bawahi saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pelecehan dan saya tidak pernah memperkosa siapapun," katanya.

Ia pun meminta publik tidak mengonsumsi informasi yang belum tentu kebenarannya dan berujung menjatuhkan tuduhan kepadanya terkait dugaan melakukan pelecehan seksual.

Kendati demikian, Mohan mengakui pernah melakukan 'kekhilafan' dengan wanita lain dan berdampak kepada keluarganya.

"Semua kesalahan yang terjadi di masa lalu adalah murni kekhilafan saya daengan wanita lain. Namun, kejadian tersebut sudah memberikan impact kepada istri dan anak saya," ujarnya.

"Itu murni kesalahan yang saya lakukan dan tidak dapat dibenarkan dengan cara apapun, bagaimana pun," sambungnya.

Di sisi lain, Mohan tetap menerima segala penilaian buruk dari publik setelah adanya tuduhan rudapaksa terhadapnya.

Dia pun meminta segala kesalahan yang diperbuatnya di masa lampau tidak dikaitkan dengan pihak lain.

"Saya juga memohon agar orang-orang di sekeliling saya yang tidak mengetahui apapun mengenai persoalan ini tidak ikut dilibatkan atau disangkutpautkan," katanya.

Trending di Medsos

Sebelumnya, tuduhan dugaan pelecehan seksual yang ditujukan kepada Mohan berawal dari unggahan akun bernama @aarummanis di platform X.

Akun tersebut mengunggah sebuah utas terkait pengalaman tak menyenangkan yang dialami saat menjadi talent photoshoot dan videoshoot yang diduga milik Mohan Hazian.

Dia mengaku sesi pemotretan terjadi pada Mei 2025. Namun selama proses, tidak ada hal yang mencurigakan terjadi.

Namun, ia menyebut perubahan suasana terjadi ketika dirinya hendak pulang di mana Mohan disebut mengajaknya untuk makan malam bersama.

Dia mengaku sesi pemotretan terjadi pada Mei 2025. Namun selama proses, tidak ada hal yang mencurigakan terjadi.

Namun, ia menyebut perubahan suasana terjadi ketika dirinya hendak pulang di mana Mohan disebut mengajaknya untuk makan malam bersama.

Dia mengatakan bahwa ajakan makan malam itu hanya kedok agar Mohan bisa melakukan kekerasan seksual terhadapnya.

Dalam sebuah ruangan, Mohan disebut melakukan pelecehan seksual. Di saat yang bersamaan, korban mengaku terus melakukan perlawanan agar tidak dirudapaksa oleh Mohan.

Lalu tiba-tiba ketika korban tidak lagi melawan, Mohan disebutnya berhenti melakukan kekerasan seksual dan membiarkannya pulang.

"Saya pada saat itu sudah dissociating dan tidak bisa melawan lagi. Saya hanya berpikir bahwa saya akan diperkosa saat itu."

"Kemudian M berhenti. Kemudian saya dibiarkan pulang. Saat saya pulang menggunakan Taxi Online, saya bahkan pipis di dalam taxi karena saya takut sekali," kata korban dalam utas yang dibuat pada Minggu (8/2/2026) lalu tersebut.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.