2 SD Tidak Terima MBG Selama Sebulan, DPRD Bandar Lampung Tak Bisa Komentar
Daniel Tri Hardanto February 10, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah tidak bisa berkomentar banyak terkait dua sekolah di Sukarame yang tidak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sebulan.

Menurut Asroni, pihaknya masih mempelajari masalah tersebut.

"Kami masih pelajari hal itu. Sebaiknya minta pendapat ke ketua Satgas BGN Bandar Lampung, lebih tepatnya," jelas dia saat ditemui di kantor DPRD Bandar Lampung, Selasa (10/2/2026).

Diketahui, dua SD di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung sudah tidak menerima program MBG  selama sebulan, tepatnya sejak 12 Januari 2026 sampai 10 Februari 2026.

Kedua sekolah tersebut yakni SDN 1 Way Dadi dan SDN 1 Harapan Jaya. 

Setelah ditelusuri, ternyata ada peralihan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebelumnya, kedua sekolah itu mendapat pasokan MBG dari SPPG Sukarame 4. 

Namun, sekarang SDN 1 Way Dadi dan SDN 1 Harapan Jaya masuk daftar sekolah yang dilayani oleh SPPG Muhammadiyah Way Dadi 2.

Kedua sekolah itu telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan SPPG tersebut pada pekan lalu.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima, SPPG Muhammadiyah Way Dadi 2 baru akan mulai beroperasi pada pertengahan Ramadan mendatang.

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Muhammadiyah Way Dadi 2 Anadia Disanda memastikan program MBG di SDN 1 Way Dadi mulai berjalan pada Ramadan mendatang.

"Terkait penghentian program MBG di SDN 1 Way Dadi sudah kami beri tahukan ke pihak sekolah. Kemudian kami janjikan Ramadan mulai didistribusikan dan pihak sekolah setuju," kata Anadia, Selasa (10/2/2026).

Dia menjelaskan, penghentian sementara distribusi MBG karena adanya peralihan dapur MBG.

Jika sebelumnya SDN 1 Way Dadi menjadi tanggung jawab SPPG Sukarame 4, saat ini pindah ke SPPG Muhammadiyah Way Dadi 2.

"Memang ada pemerataan terhadap SPPG yang baru untuk mengisi penerima manfaat," kata dia.

Kebetulan, lanjut dia, SDN 1 Way Dadi dialihkan ke SPPG Muhammadiyah.

Sementara saat ini SPPG tersebut belum siap beroperasi.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan penjamah makanan yang diverifikasi oleh Dinas Kesehatan. Kemudian sedang menunggu sertifikasi uji lab air," beber dia.

Menurutnya, tidak mungkin SPPG Muhammadiyah Way Dadi 2 langsung mendistribusikan MBG ke penerima manfaat karena seluruh persyaratan belum dilengkapi.

"Nanti kalau jalan, sedangkan uji lab air belum keluar, kalau ada kasus kejadian luar biasa, siapa yang mau tanggung jawab? Jadi kami memang sedang mempersiapkan dapurnya terlebih dahulu. Jika semua sudah terpenuhi, MBG segera didistribusikan," lanjutnya.

Peralihan Dapur

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Lampung Achmad Hery Setiawan menjelaskan, tidak ada penghentian layanan MBG di dua sekolah itu. 

"Ini bukan penghentian layanan, tetapi penyaluran dalam proses peralihan dan kesiapan SPPG baru," ujar Achmad, Rabu (10/2/2026).

Ia menjelaskan, SPPG terdekat yang akan melayani sekolah-sekolah tersebut saat ini tengah menyelesaikan tahap akhir persiapan operasional.

Proses yang masih berjalan meliputi finishing administrasi, seperti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sekolah, pencairan dana, serta pemenuhan kekurangan minor pada fasilitas dapur.

Achmad menambahkan, pihak sekolah yang terdampak juga telah melakukan MoU ulang dengan SPPG yang akan segera beroperasi.

"Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemerataan penerima manfaat kepada SPPG yang baru, sehingga layanan pemenuhan gizi dapat berjalan lebih optimal dan merata," jelasnya.

Ia berharap, dalam waktu dekat seluruh penerima manfaat di Kecamatan Sukarame dapat kembali dilayani oleh SPPG yang telah ditetapkan, sehingga program pemenuhan gizi tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat

(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.