Jalani KKN, Mahasiswa ULM Praktek Olah Jangkos Jadi Pupuk Organik di Desa Hiyung Tapin 
Irfani Rahman February 10, 2026 05:44 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Cuaca hujan yang melanda Kabupaten Tapin, Selasa (10/2/2026) sejak pukul 12.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, tak menyurutkan semangat mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kota Banjarbaru untuk melaksanakan praktik pembuatan pupuk organik. 

Sebanyak enam mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, tetap melaksanakan kegiatan inovasi pengolahan jangkos menjadi pupuk organik. 

Agar kegiatan praktik tetap berjalan meski diguyur hujan, Ketua Kelompok Tani Karya Baru Desa Hiyung, Junaidi, meminjamkan rumah produksi Abon Cabai sebagai lokasi praktik pembuatan pupuk.

Selain menyediakan tempat, Junaidi juga meminjamkan bahan jangkos beserta mesin penghancurnya untuk mendukung kegiatan mahasiswa tersebut. 

Baca juga: Kesaksian Pengunggah Video Kuyang di Bitahan Tapin Kalsel, Awalnya Noor Hasanah Tak Percaya Mistis

Baca juga: Lurah Bitahan Tapin Kalsel Tanggapi Isu Penampakan Kuyang, Warga Diminta Tetap Tenang 

Untuk diketahui, jangkos merupakan limbah sisa tandan buah kelapa sawit setelah buahnya diambil di pabrik, yang selama ini mulai dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.

Tak hanya itu, Junaidi juga meminjamkan lahan pertaniannya untuk penanaman bibit cabai rawit Hiyung sebanyak 560 pohon yang dikelola langsung oleh mahasiswa ULM selama masa KKN.

Tiga Tahun Gunakan Pupuk Organik 

Junaidi mengaku sudah sekitar tiga tahun terakhir memanfaatkan pupuk organik berbahan jangkos di lahan cabai rawit Hiyung yang dikelolanya.

Menurutnya, kegiatan pembuatan pupuk organik yang dilakukan mahasiswa ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kualitas pupuk berbahan jangkos.

“Jadi nanti bisa dilihat kualitas pupuk organik berbahan jangkos buatan saya dengan buatan mahasiswa,” ujarnya.Selama ini, Junaidi mengaku memperoleh bahan jangkos dari wilayah Desa Sungai Puting, Kecamatan Candi Laras Utara.

“Kendala saya hanya di transportasi saja, karena cukup sulit kalau harus mengambil jangkos ke sana,” pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.