BANGKAPOS.COM, BANGKA — Sejumlah peristiwa Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak beberapa waktu terakhir.
Beberapa peristiwa berkenaan kegawatdaruratan terhadap nyawa manusia terjadi di awal 2026 ini.
Baru-baru ini, peristiwa terkaman buaya terhadap manusia terjadi Desa Cerucuk, Belitung. Sebelumnya, adapula peristiwa ditemukan mayat pria mengapung di Perairan Mentok, Bangka Barat dan berbagai peristiwa KMM lainnya.
Basarnas Babel mencatat, sepanjang 2026 ini, ada kurang dari 10 operasi SAR yang telah dilakukan terhadap peristiwa yang terkait nyawa manusia.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kantor SAR Pangkalpinang (Basarnas Babel), Mikel Rachman Junika saat diwawancarai Bangkapos.com di sela-sela kegiatannya, Selasa (10/2/2026).
Sedangkan sepanjang 2025 lalu, Mikel menyebut bahwa kurang lebih ada 76 kegiatan operasi SAR yang dilakukan oleh Basarnas Babel.
“Untuk kasus kegawadaruratan yang dilakukan operasi didominasi oleh peristiwa laka laut,” ungkapnya.
Mikel menyebut, saat ini kondisi perairan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih disertai angin kencang. Peristiwa laka laut yang terjadi pun cukup beragam, mulai dari kapal mati mesin maupun nelayan hilang
“Bisa dari faktor kapalnya yang mengalami trouble (masalah-red), bisa karena mati mesin atau dari orangnya (nelayan-red) itu sendiri yang hilang,” jelasnya.
Oleh karena itu, dengan karakter daerah kepulauan, para nelayan di Bangka Belitung diharapkan dapat terus waspada dan melengkapi segala peralatan keselamatan ketika akan melaut, termasuk memastikan kapal atau perahu dalam kondisi baik.
Kemudian, untuk peristiwa bencana alam di Provinsi Bangka Belitung kebanyakan berhubungan dengan banjir dan untungnya tidak ada korban jiwa.
“Dari peristiwa-peristiwa operasi SAR yang dilakukan, angka evakuasi terhadap korban mencapai angka hampir 100 persen,” jelasnya.
Dirinya berharap, di tahun ini, peristiwa kegawatdaruratan yang berhubungan dengan nyawa manusia tersebut dapat berkurang.
“Kita harap semakin sedikit peristiwa yang membahayakan nyawa manusia dan tentunya harus disikapi sengan kewaspadaan dan kesiagaan orang itu sendiri,” imbuhnya
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)