TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Bupati Kabupaten Merangin M Syukur yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, Ahmad Khoirudin, mengusulkan sebanyak 46 titik desa blank spot di wilayah Kabupaten Merangin kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Jakarta.
Merangin merupakan kabupaten dengan wilayah terluas di Provinsi Jambi jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Kabupaten Merangin memiliki luas 7.679 km⊃2; dengan 24 kecamatan, 205 desa dan 10 kelurahan.
“Bumi Merangin mempunyai potensi wilayah pertanian, perkebunan, pariwisata dan Geopark Merangin yang telah diakui UNESCO. Maka dari itu internet sudah menjadi kebutuhan primer,” kata Ahmad Khoirudin (Akhoi).
Akhoi melanjutkan, dari 205 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Merangin, masih terdapat 46 desa blank spot, yang rata-rata berada di wilayah pinggiran.
“Daerah blank spot itu memang jumlah penduduknya masih sedikit, jarak tempuhnya jauh, sehingga pihak provider belum mau membangun tower. Sementara anggaran APBD Kabupaten Merangin sangat terbatas,” jelas Akhoi.
Saat mengajukan usulan titik-titik blank spot tersebut ke Kementerian Komdigi, Akhoi didampingi Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, serta kepala dinas Kominfo se-kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
Mereka kemudian melaksanakan audiensi dengan Stafsus Kementerian Komdigi Bidang Komunikasi dan Politik, Arnanto Nurprabowo.
Dalam audiensi itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi dan kepala dinas Kominfo kabupaten/kota mendapat pemaparan program Komdigi 2026, antara lain pembangunan tower atau intervensi sebanyak 700 titik di seluruh Indonesia, Kampung Internet, peningkatan SDM ASN dan masyarakat dalam bidang digitalisasi atau Digital Talent, serta pelatihan bangun produk.
“Kami berharap semoga setiap tahun akan semakin berkurang titik-titik desa blank spot di Kabupaten Merangin, dengan intervensi dari Kementerian Komdigi dan provider swasta,” harap Akhoi.
Ia menambahkan, kebutuhan dan keberadaan tower internet di Kabupaten Merangin sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan.
“Saya mengharap dari hasil audiensi ini, memohon kepada Stafsus Kementerian Komdigi sekiranya dapat membantu dan memfasilitasi desa-desa kami di Merangin dengan membangun tower BTS, sehingga akses komunikasi dan informasi di desa-desa kami tidak tertinggal,” ungkap Akhoi.
Pada kesempatan audiensi itu, Akhoi memberikan sampel proposal usulan dari Pemkab Merangin untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Tiang Pumpung. Usulan tersebut telah diunggah melalui aplikasi E-Signal dan aplikasi Bakti.
“Untuk proposal desa-desa lainnya akan kami kirimkan lebih lanjut,” terang Akhoi kepada Stafsus KemKomdigi Bidang Komunikasi dan Politik, Arnanto Nurprabowo, saat menyerahkan proposal tersebut.
(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)
Baca juga: Pemprov Jambi Genjot Candi Muaro Jambi dan Geopark Merangin Menuju World Heritage