Penemuan Jasad Pendaki Mongkrang Munculkan Istilah Botol Kosong, Ini Artinya
Ryantono Puji Santoso February 10, 2026 05:12 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Muncul istilah botol kosong usai kabar penemuan jasad pendaki Yasid Ahmad Firdaus (26), warga Gawanan, Kecamatan Colomadu, yang sempat hilang di Bukit Mongkrang pada Januari lalu.

Istilah tersebut muncul dari komentar netizen di unggahan beberapa media sosial.

Lantas, apa arti dari istilah atau kode botol kosong tersebut?

Aditya, salah satu tim SAR gabungan yang ikut dalam pencarian Yasid, mengungkapkan bahwa istilah penyebutan atau kode botol kosong memang sering digunakan oleh relawan.

Kode tersebut digunakan untuk mengistilahkan penemuan pendaki dengan kondisi sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.

"Itu kode saja penyebutannya," ungkap Aditya melalui pesan singkat, Selasa (10/2/2026).

Tangkapan layar botol kosong
BOTOL KOSONG. Tangkapan layar instagram @TribunSolo.com pada Selasa (10/2/2026). Botol kosong ternyata berarti survivor yang hilang di bukit Mongkrang tidak bernyawa.

Titik Terang

Keberadaan Yazid Ahmad Firdaus (26) menemui titik terang. 

Yazid adalah warga Gawanan, Kecamatan Colomadu yang hilang di bukit Mongkrang, Karanganyar. 

Pencarian Pemuda tersebut dilakukan berhari-hari. 

Dia akhirnya ditemukan pada Selasa (10/2/2026). 

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno menerangkan, jasad Yazid ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis.

Penemuan jasad tersebut pada Selasa pagi dan saat ini tengah dilakukan proses evakuasi oleh petugas.

"Tadi kita temukan bersama relawan, kita temukan di sungai wilayah Mitis. Kita temukan sekira pukul 08.00 WIB, ini dievakuasi ke bawah," ungkap Hendro saat dihubungi awak media, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Ditemukan, Jenazah Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Dibawa ke RSUD Karanganyar

Ia menambahkan, korban ditemukan oleh relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri.

Sementara itu, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dikenali sebagai Yazid.

"Betul, Yazid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaos kaki yang mungkin terbawa arus," jelasnya.

Hasil koordinasi dengan keluarga, rencana jenazah akan dibawa ke RSUD Karanganyar setelah proses evakuasi selesai.

Proses pencarian kemudian diperpanjang tiga hari hingga Rabu (28/1/2026), dan diperpanjang lagi selama tiga hari hingga akhirnya ditutup pada Sabtu (31/1/2026). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.