Pak Kades Hilang Setelah Pertemuan Tolak Rencana Penambangan Tanah Uruk Tol Jogja–Bawen
Iwan Al Khasni February 10, 2026 05:14 PM

Tribunjogja.com Magelang --- Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, sudah dua bulan tak tampak batang hidungnya. 

Sejak Jumat siang, 5 Desember 2025, ia dikabarkan menghilang tanpa pesan, tanpa kabar. 

Padahal sehari sebelumnya, Kamis (4/12/2025), ia masih duduk bersama warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan jajaran Forkopimcam dalam sebuah pertemuan penting: menolak rencana penambangan tanah uruk untuk proyek jalan tol Jogja–Bawen.

Khairul Hamzah, Humas Paguyuban Gema Pelita Sambeng, mengingat betul suasana pertemuan itu.

“Beliau bahkan menandatangani surat pernyataan penolakan, berjanji akan mendampingi warga,” ujarnya. 

Namun selepas itu, Rowiyanto seolah lenyap ditelan bumi.

WhatsApp hanya centang satu, rumahnya pernah didatangi, tapi kosong. Sejak 5 Desember, tak ada lagi kabar.

Meski begitu, roda pemerintahan desa tetap berputar, ditangani perangkat lain. Warga sendiri merasa tak punya wewenang untuk melapor ke polisi. 

“Kami kan enggak punya legal standing,” kata Khairul.

Balai Desa Sambeng
Balai Desa Sambeng (Tribun Jogja/Google Maps)

Camat Borobudur, Subiyanto, mengonfirmasi hal serupa. 

“Posisi Pak Kades sampai sekarang belum diketahui. Secara administratif sudah kami tegur, pertama, kedua. Tinggal menunggu tahapan selanjutnya,” tegasnya. 

Surat teguran sudah dilayangkan, bahkan WhatsApp pun tak berbalas. Kecamatan kini menunggu arahan Bupati Magelang untuk langkah berikutnya. (tro)

• Tambang Pasir dan Tanah Uruk Tol Jogja–Bawen Ditolak, Warga Datangi DPRD Magelang

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.