TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Di pertengahan Februari ini, GPM mulai disebar di 19 titik di berbagai wilayah di Kabupaten Kediri.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Lewat GPM, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.
Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan bahwa GPM menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan gejolak harga sembako di pasaran.
"Upaya ini kami lakukan dengan tujuan menekan gejolak harga bahan pangan menjelang Bulan Suci Ramadan tahun 2026," kata Tutik usai meninjau pelaksanaan GPM di Lapangan Sumber Bahagia, Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Jembatan Ambrol Penghubung Dua Desa di Kanigoro Blitar Masih Diperbaiki, Jalan Darurat Dibuat
Tutik, menjelaskan rangkaian GPM digelar mulai hari ini 10 Februari hingga 13 Maret 2026.
Lokasinya menyebar di sejumlah desa yang berada di 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
"Nanti setelah dari Kecamatan Puncu ini, maka GPM pada Rabu, 11 Februari 2026 diadakan di Kantor Desa Siman, Kecamatan Kepung. Lalu, pada akhir GPM yang berlangsung pada 13 Maret 2026 akan diadakan di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri," jelas Tutik.
Dalam pelaksanaan GPM di Kecamatan Puncu yang berlangsung selama satu hari, DKPP memastikan ketersediaan bahan pangan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, DKPP bersama pihak terkait membawa pasokan pangan dalam jumlah cukup besar, yakni 2 ton beras, 300 kilogram gula pasir, 200 kilogram telur ayam ras, serta masing-masing 50 kilogram bawang merah dan bawang putih setiap acara.
"Terkait harga jual di GPM, kami pastikan harganya terjangkau oleh konsumen. Sebab, semua komoditas tersebut dilepas dengan harga di bawah harga pasaran," jelasnya.
Tutik menyebutkan, harga beras yang dijual dalam GPM juga berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Beras SPHP dilepas seharga Rp 57.000 per sak ukuran 5 kilogram, sedangkan beras premium dijual Rp 74.500 per sak ukuran yang sama.
Untuk komoditas telur ayam ras, Tutik menyampaikan bahwa harga di pasaran saat ini mengalami kenaikan.
"Di pasaran harga telur ayam ras dijual Rp 29.000 per kilogram atau naik dibandingkan harga Senin, 9 Februari 2026 seharga Rp 27.000 per kilogram, sedangkan di agenda GPM dijual seharga Rp 27.500 per kilogram," katanya.
Selain beras dan telur, minyak goreng juga menjadi perhatian menjelang Ramadan.
DKPP memastikan stok minyak goreng di Kabupaten Kediri dalam kondisi aman dan tersedia cukup.
Minyak goreng yang dijual dalam GPM ditawarkan dengan harga Rp 15.700 per liter dan dipastikan berada di bawah HET.
Sementara itu, gula pasir dijual seharga Rp 15.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemkab Kediri berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan agar tidak melonjak tajam menjelang dan selama Ramadan.
"Untuk gula pasir, kami didukung oleh pasokan dari Pabrik Gula. Jika hari ini di GPM Kecamatan Puncu, kami dibantu dengan PG Pesantren, dan pada GPM selanjutnya dengan PG lainnya," imbuh Tutik.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik