3 SD di Bandar Lampung Tak Terima MBG Sebulan
Daniel Tri Hardanto February 10, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Tiga sekolah di Sukarame, Bandar Lampung dikabarkan tidak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu bulan. 

Ketiga sekolah itu adalah SDN 1 Way Dadi, SDN 1 Harapan Jaya, dan SDN 2 Sukarame.

Kepala SDN 1 Way Dadi Yulisa mengatakan, penghentian sementara MBG tersebut disebabkan adanya proses pemerataan dan pergantian dapur penyedia. 

"Kalau dari tanggal 12 Januari sampai hari ini memang belum menerima MBG, karena dapur yang lama itu diberhentikan sementara untuk pemerataan," ujar Yulisa, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, pihak sekolah saat ini hanya bisa menunggu realisasi dari dapur baru yang telah ditunjuk. 

Sebelumnya, sekolah tersebut telah beberapa kali mengalami pergantian dapur MBG.

"Sekarang ini sudah yang keempat. Untuk yang terbaru, minggu kemarin sudah dilakukan penandatanganan MoU dengan dapur MBG Muhammadiyah," jelasnya.

Yulisa menyebutkan, SDN 1 Way Dadi memiliki 697 siswa dengan total 24 rombongan belajar (rombel) yang terdampak belum berjalannya kembali program MBG tersebut. 

Ia mengungkapkan, sejumlah siswa sempat mempertanyakan keberadaan MBG yang biasanya mereka terima.

Namun pihak sekolah telah memberikan penjelasan kepada guru, siswa, hingga wali murid terkait kondisi tersebut. 

"Anak-anak memang banyak yang bertanya ke mana MBG-nya. Alhamdulillah sudah kami jelaskan melalui guru-guru dan juga wali murid bahwa ini bersifat sementara," ujarnya.

Terkait kepastian waktu dimulainya kembali MBG, Yulisa mengaku pihak sekolah belum mendapatkan informasi lebih lanjut. 

Ia menambahkan, pihak dapur baru sudah datang langsung ke sekolah dan melakukan komunikasi resmi melalui penandatanganan MoU pada pekan lalu. 

"MoU sudah dilakukan minggu kemarin, tapi tanggal pastinya saya lupa. Intinya sudah ada kesepakatan dengan dapur baru," ujarnya.

Sementara Kepala SDN 1 Harapan Jaya, Devi Andriyanti Puspita Sari, mengatakan hal sama. 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena adanya pergantian dapur penyedia MBG yang saat ini masih dalam tahap persiapan.

"Hampir mau sebulan ini memang kosong karena baru MoU dengan dapur yang baru. Karena dapur baru, mungkin mereka masih persiapan," ujar Devi, Selasa (10/2/2026).

Meski demikian, Devi menegaskan tidak ada permasalahan berarti yang muncul di lingkungan sekolah akibat belum berjalannya program MBG tersebut. 

Ia menyebut baik pihak sekolah maupun wali murid tidak mempermasalahkan kondisi itu.

"Saya sih nggak mikir macam-macam, berpikir positif. Wali murid juga nggak ada yang tanya atau komplain," katanya.

Menurut Devi, selama ini siswa SDN 1 Harapan Jaya memang terbiasa jajan sendiri di lingkungan sekolah, sehingga keberadaan MBG tidak terlalu memengaruhi aktivitas mereka sehari-hari.

"Sejak sebelum ada MBG, anak-anak memang biasa jajan sendiri. Jadi ada atau nggak ada MBG itu nggak terlalu berpengaruh," jelasnya.

SDN 1 Harapan Jaya sendiri memiliki total 469 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar.

Sebelumnya, MBG diberikan dua kali sehari menyesuaikan dengan pembagian sif sekolah, yakni sif pagi dan sif siang. 

Untuk sif pagi, MBG diberikan kepada siswa kelas 1, 2, 3, dan 6, sementara sif siang mencakup kelas 4, 5, serta satu kelas 3 lainnya.

Namun, sejak adanya penyesuaian dapur penyedia, distribusi MBG untuk sementara dihentikan. 

Devi menyebut dapur yang sebelumnya melayani sekolahnya mengalami kelebihan kapasitas.

"Kalau ditotal, jumlah siswa yang dilayani bisa lebih dari 3.000. Mungkin karena kelebihan itu, sekolah kami sementara dikeluarkan dulu," ungkapnya.

Saat ini, SDN 1 Harapan Jaya telah menandatangani MoU baru dengan dapur MBG yang berlokasi di wilayah Way Dadi dan dikelola oleh pihak Muhammadiyah. MoU tersebut baru dilakukan sekitar satu minggu lalu.

"Sekarang sudah MoU, cuma memang belum tahu kapan mulai. Katanya walaupun puasa tetap dapat, tapi bentuknya keringan," ujarnya.

Devi menambahkan, proses penyaluran MBG sepenuhnya berada di bawah koordinasi PPG di tingkat kecamatan, sehingga pihak sekolah masih menunggu kepastian jadwal distribusi.

"Ditunggu saja, nanti katanya sekolah akan didatangi. Ini masih tahap awal karena PPG-nya juga baru," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.