Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Satuan Lalu Lintas Polres Tanggamus mengidentifikasi kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan mobil angkutan pedesaan (angdes).
Mobil itu terjun ke sungai di jembatan gantung Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Selasa (10/2/2026).
Ternyata, mobill itu membawa 17 penumpang, yang semuanya merupakan wanita.
Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Rudi Khisbiyantoro mengatakan, hasil identifikasi diketahui bahwa kecelakaan yang melibatkan angdes Suzuki Carry bernomor polisi BE 1058 UU tersebut merupakan lakalantas tunggal atau out of control.
“Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Rudi, Selasa malam.
Saat itu, kata Rudi, angdes tersebut mengangkut 17 orang penumpang.
Rudi mengungkapkan, akibat kejadian tersebut, sejumlah penumpang mengalami luka-luka.
Di antaranya, Tumiyem (71) yang mengalami luka memar di bagian dada serta luka lecet di tangan.
Ia sudah menjalani perawatan di RS Surya Asih Pringsewu.
Ada pula Sutiyah (60) yang mengalami patah tulang bahu sebelah kanan dan dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung.
Selain itu, Naimatul Khusnia (13) mengalami patah tulang bahu sebelah kiri, luka lecet pada jari kaki kiri, serta nyeri di bagian pinggang.
Saat ini ia dirawat di RS Mitra Husada.
Sementara penumpang lainnya yakni Mutiah (45), Ngatijem (53), Rustiana (45), Misnah (40), Watini (45), Intan (60), Ratna (37), Yani (36) bersama satu balita, Yunita (30), Susilawati (35), Ani Mailani (40), Ernawati (43), serta dua balita bernama Tania (3,5) dan Arasya (2), dilaporkan mengalami luka ringan.
“Tidak ada korban meninggal dunia dan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Kerugian Rp 5 juta. Untuk korban luka ringan telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat perawatan medis," ungkapnya.
Rudi menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan diduga dipicu oleh patahnya besi penahan seling jembatan gantung.
Kondisi tersebut menyebabkan seling baja kendur dan jembatan miring ke satu sisi saat dilintasi kendaraan, sehingga kendaraan kehilangan keseimbangan dan terjun ke sungai.
“Dugaan sementara, kerusakan seling dipengaruhi faktor usia jembatan serta beban muatan kendaraan yang tidak sesuai dengan standar kekuatan jembatan gantung,” jelasnya.
Rudi membeberkan, kronologi bermula saat rombongan baru saja pulang dari menghadiri resepsi pernikahan di wilayah Gisting.
Angdes yang dikemudikan Asadin (45), warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, itu hendak kembali menuju Dusun Jati Agung, Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung.
Saat melintas di jembatan gantung Pekon Banjar Agung Ilir, kendaraan melaju perlahan karena kondisi jembatan yang sempit.
“Ketika kendaraan hampir sampai di pengujung jembatan, besi penahan seling sisi kiri tiba-tiba patah, menyebabkan jembatan miring dan kendaraan kehilangan keseimbangan hingga terjun ke sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter,” bebernya.
Rudi menambahkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanggamus.
“Koordinasi tersebut guna menindaklanjuti kondisi jembatan gantung yang mengalami kerusakan, serta melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” imbuhnya.
Rudi juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan angdes, agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Ia mengingatkan pengemudi untuk memastikan kondisi kendaraan dan memperhatikan daya angkut, serta tidak memaksakan melintas pada jembatan atau jalan yang tidak sesuai dengan peruntukan muatan.
“Kami mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun penumpang, terutama saat melintas di jembatan gantung atau akses jalan yang kondisinya terbatas,” tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)