Hadapi Rob dan Cuaca Ekstrem, Pemkot Pekalongan Restorasi Mangrove Park
raka f pujangga February 10, 2026 10:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan, memperkuat upaya perlindungan kawasan pesisir dengan melakukan restorasi Mangrove Park di wilayah Pekalongan Utara.

Langkah ini diambil, sebagai respons terhadap ancaman banjir rob dan cuaca ekstrem yang belakangan kerap berdampak pada kawasan wisata pantai.

Upaya ini juga menjadi bagian, dari strategi menjaga keberlanjutan destinasi wisata alam sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir.

Baca juga: Lansia Ditemukan Tewas dalam Posisi Sujud di Hutan Mangrove Dororejo Pati

Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo, yang akrab disapa Ipung, menjelaskan bahwa restorasi mangrove merupakan kelanjutan dari pembangunan breakwater atau pemecah gelombang yang telah dilakukan sebelumnya.

Menurutnya, keberadaan breakwater memberikan dampak positif dengan terbentuknya timbunan tanah di sisi barat kawasan Mangrove Park. 

Area tersebut, kini dinilai potensial untuk ditanami kembali vegetasi mangrove guna memperkuat perlindungan alami dari abrasi dan gelombang laut.

"Restorasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus menjaga fungsi ekologis Mangrove Park sebagai destinasi wisata alam," ujarnya, Selasa (10/2/2026).

20260210_Dinparbudpora Kota Pekalongan saat tanam mangrove_2
TANAM MANGROVE - Dinparbudpora Kota Pekalongan saat tanam mangrove di sisi barat kawasan Mangrove Park. Area tersebut, kini dinilai potensial untuk ditanami kembali vegetasi mangrove guna memperkuat perlindungan alami dari abrasi dan gelombang laut, Selasa (10/2/2026).

Selain fokus pada pemulihan lingkungan, Dinparbudpora juga bergerak cepat menangani kerusakan fasilitas wisata akibat cuaca ekstrem. 

Beberapa di antaranya adalah robohnya pintu masuk Pantai Slamaran, serta kerusakan atap lapak pedagang di Zona 9 Pantai Pasir Kencana akibat terjangan angin kencang.

Ipung menambahkan, pembangunan tanggul penahan banjir yang saat ini dikerjakan pemerintah cukup efektif menjaga aksesibilitas menuju sejumlah destinasi wisata pesisir. 

Hal tersebut menjadi faktor penting, agar aktivitas pariwisata tetap berjalan meskipun cuaca kurang bersahabat.

Baca juga: Jejak Hijau Patrapala Kilang Cilacap untuk Energizing Indonesia: Tanam 680 Bibit Mangrove

"Kami menyadari kunjungan wisatawan sedikit terkendala akibat hujan. Namun demikian, seluruh objek wisata tetap kami operasikan secara maksimal," katanya.

Menjelang musim libur Lebaran, Dinparbudpora memastikan pemanfaatan anggaran pemeliharaan dilakukan berdasarkan skala prioritas. 

Langkah ini ditempuh, guna menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata pesisir di Kota Pekalongan. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.