BREAKING NEWS Jasad Pekerja Kapal yang Tenggelam di Sungai Sambong Batang Akhirnya Ditemukan
raka f pujangga February 10, 2026 10:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Setelah tiga hari pencarian intensif, nasib tragis menimpa Eko Kudiran (35), pekerja kapal cantrang asal Dukuh Sumur, Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. 

Korban yang tenggelam saat menyelam memperbaiki kipas kapal di Sungai Sambong akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Robat Barat, Selasa (10/2/2026).

Awalnya korban sempat ditemukan oleh nelayan setempat sekiranya pukul 14.00 WIB, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Attaya Tenggelam Setelah Selamatkan Dua Wisatawan, Jasadnya Ditemukan Dua Hari Kemudian

Mendapati laporan itu, tim gabungan langsung mengecek lokasi tersebut

Jenazah Eko tiba di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Kabupaten Batang sekitar pukul 18.46 WIB. 

Suasana di depan ruangan tampak ramai, dipenuhi tim gabungan dari Basarnas, Satpolairud Polres Batang, TNI, BPBD, serta keluarga dan kerabat korban yang sejak awal setia menanti kabar pencarian.

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasatpolairud) Polres Batang, Iptu Eko Nugrahanto, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. 

Saat itu pihaknya menerima laporan adanya pekerja kapal yang tenggelam di Sungai Sambong.

“Korban saat itu melakukan servis mesin di bagian bawah kapal. Karena arus di bawah sungai sangat deras, korban kesulitan naik kembali ke permukaan,” kata Iptu Eko kepada Tribunjateng, Selasa (10/2/2026).

Rekan korban sempat berusaha menolong, namun tidak sanggup melawan kuatnya arus. 

Upaya penyelamatan pun terhenti setelah korban terseret arus dan menghilang dari pandangan.

20260210_Pekerja kapal tenggelam di Batang_2
RSUD BATANG - Tim gabungan saat mengantarkan korban masuk ke ruang jenazah RSUD Kabupaten Batang. Awalnya korban sempat ditemukan oleh nelayan setempat sekiranya pukul 14.00 WIB, Selasa (10/2/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi saat kapal cantrang KM Tunggal Pangestu bersandar di sisi timur SPBN AKR Batang. 

Kipas kapal diketahui mengalami gangguan, sehingga Eko bersama seorang rekan memutuskan melakukan pengecekan menggunakan alat selam tradisional.

“Korban menyelam lebih dulu, awalnya kondisi normal. Beberapa menit kemudian, saksi menyusul dan melihat korban terjepit di antara baling-baling kapal,” ungkapnya.

Dalam kondisi panik, saksi naik ke atas kapal untuk meminta bantuan kru lainnya.

Kemudi kapal sempat diputar agar korban terlepas dari jepitan. 

Meski berhasil bebas, tubuh Eko justru terseret derasnya arus Sungai Sambong dan kembali tenggelam.

Mendapati laporan tersebut, tim gabungan dari Polairud, Basarnas, BPBD, relawan, serta nelayan setempat langsung melakukan pencarian menyusuri aliran Sungai Sambong hingga bibir pantai.

Namun, derasnya arus dan minimnya jarak pandang air menjadi kendala utama.

“Hari ketiga pencarian, kami mendapat informasi dari nelayan adanya sesosok mayat mengambang di perairan Roban Barat. Informasi itu langsung kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Tim gabungan kemudian bergerak menggunakan dua kapal menuju lokasi bersama nelayan. 

Di titik yang dimaksud, jenazah ditemukan dan segera dievakuasi ke RSUD Batang untuk proses identifikasi.

“Setelah dilakukan identifikasi menggunakan peralatan Inafis, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Eko Kudiran. Hasilnya bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. 

Setelah proses di rumah sakit selesai, jenazah akan disucikan dan dimakamkan sesuai keputusan keluarga.

“Keluarga sudah menerima dan memahami kejadian ini sebagai musibah. Kami juga sudah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Air Sungai Sambong yang tampak tenang di permukaan kini menjadi saksi bisu hilangnya nyawa seorang pekerja kapal. 

Tragedi ini menjadi pengingat keras akan tingginya risiko pekerjaan di sektor kelautan, terutama saat melakukan perbaikan di bagian vital kapal tanpa perlengkapan keselamatan memadai.

Baca juga: Pekerja Kapal Cantrang Hilang Tenggelam di Sungai Sambong Batang, Sempat Terjepit Kipas

Pihak kepolisian kembali mengimbau agar keselamatan kerja menjadi prioritas utama. 

“Jangan memaksakan pekerjaan tanpa alat dan pengamanan yang sesuai. Risiko di lapangan sangat besar,” tutupnya. 

Dalam awal tahun ini, sudah ada dua orang nelaya yang meninggal akibat kecelakaan laut dan terseret ombak karena cuaca ekstrim. (Ito)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.