TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Solo - Bak menjadi doa mujarab dari Tanah Suci, Yazid Ahmad Firdaus (26), pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, akhirnya ditemukan.
Ya, ibunda Yazid, Rustiningsih, saat ini sedang berada di Mekkah untuk menjalankan ibadah umrah. Berdasarkan informasi keluarga, ibunda Yazid berangkat sejak 3 Februari lalu.
Satu di antara doa yang dipanjatkan Rustiningsih di Tanah Suci adalah agar putra kesayangannya segera diketemukan.
Doa Rustiningsih pun seolah langsung terjawab dengan penemuan putranya. Namun, Yazid ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Yazid ditemukan di jalur pendakian Bukit Mitis pada Selasa (10/2/2026) pagi.
Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar adalah destinasi wisata alam berupa bukit pendakian yang berada di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Pencarian Yazid Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Diperluas, Libatkan 160 Personel
Tempat ini sering dijadikan lokasi pendakian singkat, camping, dan wisata alam oleh pendaki lokal maupun wisatawan.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunSolo.com, kabar terkait ibunda Yazid yang tengah menjalankan ibadah umroh itu pun dibenarkan kakak perempuan korban.
"Iya betul, ibu lagi umroh," terang Asytari Fauziah melalui pesan singkat.
Sementara itu, tetangga yang ditemui TribunSolo.com di rumah duka menceritakan, sempat mendengar Rustiningsih berangkat ke Tanah Suci selain untuk menjalankan ibadah umrah juga untuk mendoakan agar anaknya bisa segera ditemukan.
Ibunda Yazid sendiri berangkat umrah sejak 3 Februari lalu dan hingga saat ini masih berada di sana.
"Iya, saya dapat cerita dari ibu saya yang sempat ngobrol dengan beliau. Beliau berangkat umroh tanggal 3 kemarin, salah satunya bernazar doa di sana agar Yazid segera ditemukan," ungkap seorang tetangga Yazid.
"Sekarang beliau masih di sana," lanjutnya.
Dari pantauan TribunSolo.com, kondisi rumah duka kini sudah mulai didatangi pelayat.
Sementara itu, informasi yang diperoleh TribunSolo.com, jenazah akan langsung dikebumikan di pemakaman Gawanan pada Selasa (10/2/2026) pukul 19.30 WIB.
Keberadaan Yazid Ahmad Firdaus (26) menemui titik terang.
Yazid adalah warga Gawanan, Kecamatan Colomadu yang hilang di bukit Mongkrang, Karanganyar.
Pencarian Pemuda tersebut dilakukan berhari-hari.
Dia akhirnya ditemukan pada Selasa (10/2/2026).
Ini dibenarkan Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno.
Dia menerangkan jasad Yazid ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis.
Penemuan jasad tersebut pada Selasa pagi dan saat ini tengah dilakukan proses evakuasi oleh petugas.
"Tadi kita temukan bersama relawan, kita temukan di sungai wilayah Mitis. Kita temukan sekira pukul 08.00 WIB, ini dievakuasi ke bawah," ungkap Hendro saat dihubungi awak media, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, korban ditemukan oleh relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri.
Sementara itu, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dikenali sebagai Yazid.
"Betul, Yazid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaos kaki yang mungkin terbawa arus," jelasnya.
Hasil koordinasi dengan keluarga, rencana jenazah akan dibawa ke RSUD Karanganyar setelah proses evakuasi selesai.
Operasi SAR sendiri digelar selama sepekan, namun tidak menemukan titik terang dan sempat ditutup.
Proses pencarian kemudian diperpanjang tiga hari hingga Rabu (28/1/2026), dan diperpanjang lagi selama tiga hari hingga akhirnya ditutup pada Sabtu (31/1/2026).
Tim SAR menegaskan pencarian pemuda asal Colomadu yang hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar masih bisa dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan survivor.
Operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, resmi ditutup pada Sabtu (31/1/2026) setelah upaya pencarian selama beberapa hari tidak membuahkan hasil.
Kasubsi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa penghentian opsar dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan prosedur operasional standar.
Penghentian tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan serta Keputusan Kepala Basarnas RI Nomor SK.KBSN-154/HM.01.04/VI/BSN-2020 tentang Standar Pelayanan Publik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
“Kami sudah melakukan perpanjangan, namun kami hingga saat ini tidak menemukan jejak ceceran suvirvor,” kata Basuki, Minggu (1/2/2026).
Meski demikian, Basuki menegaskan penutupan ini tidak bersifat permanen.
Operasi pencarian dapat kembali diaktifkan jika di kemudian hari muncul temuan baru yang mengarah pada keberadaan Yazid.
“Apabila suatu hari ditemukan jejak ceceran dari suvirvor kemungkinan opsar di buka lagi,” kata dia.
Dengan demikian, tim SAR tetap membuka peluang untuk melanjutkan pencarian jika ada laporan atau petunjuk valid dari masyarakat maupun pihak terkait.