Jelang Ramadan 2026, Harga Cabai di Sukoharjo Jateng hingga Maros Sulsel Alami Lonjakan
Bobby Wiratama February 10, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga sejumlah sembako mengalami lonjakan jelang bulan puasa Ramadan 2026.

Di pasar tradisional, harga pangan seperti cabai rawit mengalami kenaikan di beberapa daerah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) hingga Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (10/2/2026).

Saat ini, harga cabai rawit di Sukoharjo, Jateng, menembus Rp90 ribu per Kilogram.

Sementara itu, pedagang di Kabupaten Maros, Sulsel membeberkan harga cabai rawit naik menjadi Rp50 ribu per Kilogram. 

Padahal, sebelumnya hanya Rp30 ribu per Kg. Artinya ada kenaikannya sampai Rp20 ribu per Kg.

Secara nasional, harga cabai rawit merah di kisaran Rp 76.150 per Kg. Angka tersebut, mengalami kenaikan Rp 10.500 dari hari sebelumnya pada Senin (9/2/2026).

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dimuat di situs bi.go.id pada Selasa pukul 19.46 WIB, menunjukkan harga cabai rawit hijau Rp 54.150. 

Meski begitu, Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI), Budi Santoso, menilai harga sembako saat ini masih stabil khususnya di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Namun, Budi Santoso mengakui terdapat kenaikan yang cukup mencolok pada komoditas cabai.

“Cabai tadi Rp80 ribu per kilogram, padahal seharusnya Rp57 ribu per kilogram. Ini karena musim panen dibarengi cuaca yang kurang bagus. Hujan terus, sehingga petani mengalami kesulitan saat panen,” katanya saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Cuplik, Sukoharjo, pada Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Pimpinan MPR Salurkan 15 Ribu Paket Sembako & Alat Ibadah untuk 8 Kabupaten Korban Banjir Aceh

Mendag pun memastikan, ketersediaan pasokan barang masih aman dan lengkap.

“Di Pasar Cuplik Sukoharjo, kita cek harga kebutuhan pokok. Ini kan sebentar lagi puasa dan lebaran. Kalau saya lihat tadi harganya masih bagus atau stabil,” ucap lanjut Budi.

Budi Santoso juga mencatat, harga beras SPHP masih berada pada kondisi normal. Pun harga bawang merah Rp34 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga acuan Rp41.500 per kilogram.

Kemudian, bawang putih dijual Rp32 ribu per kilogram, di bawah harga acuan Rp38 ribu per kilogram.

Harga daging ayam juga masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di Sukoharjo. 

REVITALISASI PASAR - Pedagang melayani pembeli di Pasar Kombongan, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya telah merevitalisasi 16 pasar tradisional dengan dilengkapi sistem transaksi digital untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan daya tarik pasar tradisional di Jakarta.?TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HARGA SEMBAKO - Pedagang melayani pembeli di Pasar Kombongan, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Harga sejumlah sembako mengalami lonjakan jelang bulan puasa Ramadan 2026, termasuk di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Harga Cabai di Sukoharjo Jateng hingga Maros Sulsel 

- Harga Cabai di Sukoharjo Naik

Dikutip dari TribunSolo.com, harga cabai rawit di Sukoharjo melonjak jadi Rp90 Ribu per Kilogram.

Pedagang di Pasar Cuplik, Sukoharjo, mengungkapkan sejumlah faktor yang memicu kenaikan harga bahan pokok pangan di berbagai wilayah.

Menurut Parsiem, kenaikan harga cabai rawit terjadi secara bertahap dalam beberapa minggu terakhir dan berasal langsung dari petani.

“Sebelumnya itu Rp85 ribu per kilogram. Kenaikannya tiap hari sejak beberapa minggu terakhir. Itu naik dari petaninya,” kata Parsiem, Selasa (10/2/2026).

Selain faktor menjelang Ramadan, cuaca menjadi penyebab utama melonjaknya harga cabai rawit. Curah hujan yang tinggi membuat banyak tanaman cabai gagal panen.

“Penyebabnya hujan, pohonnya sedikit. Kalau barangnya banyak harganya normal. Tapi sekarang petani banyak yang gagal panen karena cuaca,” jelasnya.

Selain cabai rawit, cabai merah dan cabai hijau juga mengalami kenaikan.

Saat ini, cabai merah dijual Rp35 ribu per kilogram, naik dari harga normal sekitar Rp28 ribu per kilogram, sedangkan mentara cabai hijau mencapai Rp25 ribu per kilogram, sebelumnya sekitar Rp20 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga tomat tidak mengalami kenaikan, sedangkan bawang merah naik menjadi Rp40 ribu per kilogram dari harga normal Rp32 ribu.

“Harga telur naik seribu, sekarang sudah Rp29.500 per kilogram. Kenaikannya sekitar tiga hari terakhir. Kalau minyak goreng naik sedikit, tapi barangnya yang langka,” ungkap pedagang lain, Kalis,.

Menurut Kalis, kenaikan ini dipicu oleh penurunan pasokan dari peternak.

Namun, lanjut Kalis, biasanya akan kembali turun pada pertengahan bulan puasa.

- Harga Cabai di Cilacap Juga Meroket

Sejumlah komoditas pangan juga mengalami lonjakan sepekan terakhir di pasar tradisional area Cilacap, Jateng.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang dijual Rp80 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp60 ribu.

Selain cabai rawit, harga cabai merah besar  melonjak menjadi Rp40 ribu per kilogram dari kisaran Rp28 ribuan pada pekan lalu.

Tak hanya cabai, harga bawang merah pun merangkak naik dari sebelumnya Rp36 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu menjelang masuknya bulan puasa.

“Cabai rawit merah sekarang sudah Rp80 ribu, sebelumnya masih Rp60 ribu, cabai merah besar juga naik cukup tajam,” kata pedagang bumbu dapur di Pasar Tradisional Kroya, Rafli, Jumat (6/2/2026), dilansir TribunBanyumas.com.

Menurut Rafli, lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang mulai menyiapkan kebutuhan dapur untuk Ramadan.

Lonjakan harga bumbu dapur tersebut, menjadi sinyal awal meningkatnya tekanan harga pangan jelang bulan Ramadan.

Pedagang pun beharap, pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan pokok agar tidak semakin membebani masyarakat jelang Ramadan. (ray) 

Baca juga: PWI Gelar Bakti Sosial HPN 2026 di Banten, Donor Darah hingga 2.300 Paket Sembako

- Harga Cabai Merah di Rohul Alami Kenaikan

Harga cabai merah juga mulai merangkak naik di sejumlah pasar di Rohul (Rokan Hulu), Provinsi Riau. Pun dengan sembako lainnya.

"Cabai merah mulai naik," kata kepala bidang (Kabid) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohul, Yasmin kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (10/2/2026).

Hasil pantauan, cabai merah jenis bukit tinggi diperdagangkan di harga Rp 75.000 per kilogram . 

Harga ini mengalami kenaikan sebesar Rp 21.000 per kilogram.

Cabai merah jenis Medan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 45.000 per kilogram dan mengalami kenaikan sebesar Rp 1.500 per kilogram.

Namun, tidak semua jenis cabai mengalami kenaikan. Justru jenis cabai rawit mengalami penurunan di Rohul.

Cabai rawit hijau dijual dengan harga Rp 37.000 per kilogram atau mengalami penurunan sebesar Rp 12.000 per kilogram.

Sedangkan cabai rawit merah diperjualbelikan di harga Rp 65.000 per kilogram atau turun sebesar Rp 10.000 per kilogram.

- Harga Cabai Rawit, Telur di Pasar Tramo Maros Sulsel Naik

Di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, harga sejumlah komoditas bahan pangan turut naik.

Cabai rawit di Pasar Tramo, Jalan Nasrun Amrullah, Kecamatan Turikale, Maros, mengalami kenaikan, kini tembus Rp50 ribu perkilogram.

Pedagang, Jalil mengatakan, sebelumnya harga cabai rawit hanya Rp30 ribu per kilogram, artinya ada kenaikan signifikan mencapai Rp20 ribu perkilogram.

Mengutip Tribun-Timur.com, cabai keriting juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu tinggi.

"Harga cabai keriting yang sebelumnya dijual Rp20 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp25 ribu per kilogram," katanya, Selasa (10/2/2026).

Sementara itu, untuk cabai besar terpantau stabil dan belum mengalami kenaikan harga.

Cabai besar masih dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram, sama seperti harga beberapa hari sebelumnya.

"Bawang merah stabil dengan harga Rp35 ribu perkilogram," tuturnya.

Pun telur ayam ras juga mengalami penyesuaian harga meski tidak terlalu besar. Harga telur yang sebelumnya Rp55 ribu perrak kini naik menjadi Rp57 ribu perrak.

Jalil menjelaskan, kenaikan harga ini mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Lonjakan harga tersebut, dinilai sudah menjadi pola tahunan yang kerap terjadi menjelang Ramadan.

Jalil berpendapat, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan menjadi salah satu faktor kenaikan harga pangan,.

“Permintaan masyarakat memang melonjak jelang Ramadan, itu yang paling berpengaruh,” jelasnya.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar, TribunBanyumas.com/Rayka Diah Setianingrum, Tribun-Timur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.