Pemkot Tangsel Pastikan Kualitas Air PDAM Aman Meski Terjadi Pencemaran di Sungai Jalatreng
Abdul Rosid February 11, 2026 12:07 AM

 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menegaskan bahwa kualitas air baku serta sistem distribusi air bersih dari instalasi pengolahan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayahnya tetap aman, meski terjadi pencemaran di Sungai Jalatreng.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, usai memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait penanganan sampah dan lingkungan, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam sistem PDAM Tangsel yang dikelola oleh Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS), bangunan pengambilan air atau intake dilakukan di aliran Kali Angke.

Baca juga: Warga Keroncong Tangerang Resah, Air PAM Coklat Diduga Dampak Sungai Cisadane Tercemar Pestisida

Kali Angke memiliki jarak sekitar 27 kilometer dari Sungai Jalatreng dan tidak terhubung dengan aliran Sungai Cisadane.

Sementara itu, Sungai Jalatreng terhubung langsung dengan Sungai Cisadane.

Hal itulah yang membuat Benyamin yakin bahwa pasokan air bersih untuk masyarakat Kota Tangerang Selatan tetap aman dan tidak terganggu.

“Sejak awal kami telah memantau kondisi Sungai Jalatreng. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, pencemarannya masih dalam batas normal dan tidak mengganggu kualitas air baku maupun distribusi PDAM Tangsel,” ujar Benyamin.

“Karena intake PDAM Tangsel diambil dari Kali Angke yang memang tidak tercemar, sehingga kondisinya aman,” jelasnya.

Kendati demikian, Benyamin mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan yang terdampak pencemaran sungai karena berisiko bagi kesehatan.

Oleh karena itu, ia mengaku telah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel untuk menyiagakan puskesmas dan memberikan pelayanan bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat konsumsi ikan tercemar.

“Jadi apabila ada warga yang merasa mual, muntah, kemudian pusing, dan keluhan lainnya akibat konsumsi ikan tersebut, segera berobat ke puskesmas terdekat,” kata Benyamin.

“Di situ nanti akan kami tangani, dan saya sudah menginstruksikan Dinkes Tangsel untuk bergerak bersama-sama,” pungkasnya.

Akibatnya, air sungai sempat berubah warna menjadi putih dan menimbulkan aroma menyerupai minyak tanah.

Tak hanya itu, insiden tersebut juga berdampak pada pencemaran ekosistem biota sungai yang ditandai dengan matinya ribuan ikan secara mendadak.

Hingga kini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel masih melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan zat berbahaya dalam air sungai dan ikan, serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.