Kronologi 3 Pelajar Siram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus, Pelaku Sempat Kabur Sebelum Ditangkap
khairunnisa February 11, 2026 12:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya tiga pelajar pelaku penyiraman air keras terhadap tiga siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, diduga sempat kabur ke luar kota sebelum diamankan Polres Metro Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026) malam. 

Ketiganya masing-masing kabur ke Karawang, Cikarang, dan Depok. 

"Kita enggak tangkap. Kita hadirkan. Jadi kita secara persuasif, minta hadirkan orangnya. Karena kan mereka lagi di luar kota, tiga orang itu," ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robi Heri Saputra saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/2/2026). 

"Jadi sudah diamankan (oleh orangtua). Mungkin karena viral. Jadi di Karawang, di Cikarang, di Depok," tuturnya. 

Diduga, ketiga pelajar kabur ke luar kota untuk menghindari polisi. 

Namun, polisi kemudian meminta orangtua ketiganya menghadirkan pelaku. 

"Pas kita minta hadirkan sama orangtuanya, mereka dengan kooperatif hadir," ungkap Roby. 

Roby memastikan ketiga pelaku penyiraman tersebut merupakan murid di salah satu sekolah di Jakarta Pusat. 

Sementara itu, tiga siswa SMK yang merupakan korban penyiraman berasal dari satu sekolah di Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Roby melanjutkan, ketiga pelaku kini diamankan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat. 

Pasalnya dua dari ketiga pelaku berusia di bawah 18 tahun. 

"Saat ini (mereka) masih menjalani pemeriksaan," ungkap Roby. 

Tak kenal korban 

Lebih lanjut Roby menjelaskan, tiga pelaku penyiraman air keras itu tidak mengenal korban. 

Para pelaku menyiramkan air keras secara acak. 

"(Pelaku dan korban) Tidak saling kenal. Jadi keterangannya itu hanya random aja. Mereka itu ngelihat anak-anak sekolah lain di seberang jalan. Kalau alasannya sih, kebiasaannya kalau begitu takutnya mereka yang (akan) diserang (duluan)," ujar Roby saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/2/2025). 

"Mereka (pelaku) menyerang duluan. Intinya sih mereka berperilaku agresif duluan. Tapi, korbannya random," lanjutnya. 

Akibat penyiraman air keras itu, satu siswa mengalami cedera mata. 

Polres Metro Jakarta Pusat akan menjadwalkan visum terhadap kondisi siswa tersebut. 

"Yang dua (siswa lain) tidak apa-apa katanya. Tapi kita belum memeriksa juga terhadap mereka," tutur Roby. 

Kronologi kasus penyiraman air keras 

Sebelumnya, AKBP Roby Heri Saputra mengungkap kronologi pelajar menyiram air keras terhadap siswa SMK di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026). 

Awalnya, tiga pelajar berboncengan naik sepeda motor.

Mereka sempat berhenti di pinggir jalan. 

Kemudian, mereka berpapasan dengan siswa-siswa lain yang juga bonceng tiga dari arah berlawanan. 

"Kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram," ujar Roby. 

Cairan yang disiramkan mengenai siswa-siswa tersebut. 

Akibatnya, seorang siswa cedera di bagian mata. 

Setelah mendapat penanganan medis, korban sudah dipulangkan. 

Orangtua salah satu korban pun melaporkan kejadian ini ke polisi. 

Namun, korban belum bisa diperiksa. 

"Karena kemarin mau kita periksa katanya masih sakit, belum siap," kata Roby. 

Roby memastikan korban tidak mengalami kebutaan. 

"Kayaknya sih enggak ya, karena kemarin sudah di rumah," imbuh dia. 

Saat ini, belum diketahui motif pelaku menyiram air keras ke pelajar lain. 

Roby mengatakan, baru diketahui ada satu korban terluka. Sementara dua siswa lain belum dipastikan kondisinya.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.