Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini, Rabu 11 Februari 2026: BPPTKG Catat Ada Dua Kali Guguran Lava
Muhammad Fatoni February 11, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2968 mdpl) terpantau mengalami  2 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan laporan pantauan BPPTKG Yogyakarta, sepanjang periode pengamatan Rabu (11/2/2026), pukul 00.00-06.00 WIB. 

Selain itu, pada periode pengamatan yang sama, tercatat pula 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-21 mm dan lama gempa 62.23-161.85 detik.

BPPTKG juga mencatat 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-22 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 11.9-30.67 detik.

Serta 3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 14-1214 mm, dan lama gempa 14.31-22.22 detik.

Sampai sejauh ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Dari sisi klimatologi, cuaca terpantau berawan hingga mendung, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 17.7-20°C. Kelembaban 86-99 persen. Tekanan udara 874-917 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.