TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan warga RT 03 RW 13 dan sekitarnya di Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, mengeluhkan minimnya fasilitas pendidikan agama di lingkungan mereka, hal ini dikeluhkan saat reses anggota DPRD Riau di daerah mereka Selasa (10/2/2026) malam.
Padahal, kawasan tersebut berada di sekitar daerah wisata Danau Buatan dan termasuk wilayah yang sedang berkembang. Namun hingga kini, belum tersedia fasilitas Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) maupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) bagi anak-anak setempat.
Ketua RT 01 Dewi Darmawati mengungkapkan, selama ini warga harus mengantarkan anak-anak mereka cukup jauh untuk mengikuti kegiatan mengaji dan sekolah MDA.
"Jauh kami antar anak-anak mengaji dan sekolah MDA, Pak. Bahkan untuk sekolah TPA pun kami belum punya," ujar Dewi saat menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Provinsi Riau HM Sumardany Zirnata dalam kegiatan reses.
Ia menjelaskan, anak-anak di wilayah tersebut harus bersekolah MDA di Masjid Alfitrah Jalan Pramuka.
Selain itu, untuk sekolah formal pun sebagian harus menuju Albirru yang jaraknya cukup jauh dari permukiman warga.
"Sebab kami tidak ada fasum atau tempat buat sekolah MDA dan TPA di sini,"ujarnya.
Baca juga: Ada Kabel Menumpang di Tiang PLN Tanpa Izin, Penyebab Semrawut di Kampar?
Baca juga: Hotspot Riau Meroket 251 Titik Hari Ini, Bengkalis dan Pelalawan Menyala
Dalam kegiatan itu, warga secara bergantian menyampaikan berbagai aspirasi, baik secara lisan maupun tertulis, dengan harapan dapat segera ditindaklanjuti.
Menanggapi keluhan tersebut, Sumardany mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan telah dicatat dan akan menjadi bahan pembahasan di tingkat provinsi.
"Apa yang menjadi keinginan Bapak Ibu tadi sudah dicatat dan akan menjadi bahan bagi kami di provinsi untuk membuat kebijakan dan anggaran tentunya sebagaimana tupoksi anggota dewan,"ujarnya.
Anggota Komisi I DPRD Riau itu juga menyebut, meskipun ada aspirasi yang menjadi ranah pihak lain, pihaknya akan tetap berupaya mencarikan solusi melalui komunikasi lanjutan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
"Fasilitas pendidikan agama ini penting dan harus menjadi prioritas. Nanti harus kita komunikasi lebih lanjut lagi, sehingga anak-anak kita tidak sekolah jauh-jauh lagi,"jelasnya.
Sebagai satu dari sembilan wakil rakyat Provinsi Riau dari daerah pemilihan Kota Pekanbaru, Sumardany mengaku prihatin dengan belum tersedianya MDA dan TPA di kawasan yang tengah berkembang tersebut.
Ia menilai, ketersediaan fasilitas pendidikan agama menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan religius di masa mendatang.(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)