SajianSedap.com -Sayur sudah pasti jadi menu wajib kalau ingin hidup lebih sehat.
Tapi muncul pertanyaan klasik: lebih sehat mana, sayur tumis atau sayur rebus? Banyak orang mengira sayur rebus otomatis lebih sehat karena tanpa minyak.
Namun, faktanya tidak sesederhana itu.
Cara memasak ternyata bisa memengaruhi kandungan nutrisi dalam sayuran.
Jadi, sebelum memilih tumis atau rebus, ada baiknya memahami perbandingannya terlebih dahulu.
Sayuran dimasukkan ke dalam air mendidih hingga matang.
Metode ini tidak menggunakan minyak, sehingga cocok untuk yang sedang mengurangi asupan lemak atau menjalani program diet.
Kelebihan sayur rebus:
- Rendah kalori
- Tidak mengandung tambahan minyak
- Cocok untuk menu diet rendah lemak
Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan.
Kekurangan sayur rebus:
Beberapa vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan vitamin B, bisa ikut larut dan terbuang bersama air rebusan.
Jika airnya tidak dikonsumsi (misalnya bukan dijadikan kuah sup), sebagian nutrisi bisa hilang.
Semakin lama direbus, semakin besar potensi nutrisi yang berkurang.
Banyak orang menghindari tumisan karena dianggap tinggi lemak.
Padahal, jika menggunakan minyak secukupnya, metode ini justru bisa membantu menjaga nutrisi.
Kelebihan sayur tumis:
- Waktu memasak lebih singkat
- Nutrisi tidak banyak larut karena tidak menggunakan air
- Beberapa vitamin larut lemak (A, D, E, K) justru lebih mudah diserap tubuh dengan bantuan minyak
Selain itu, tekstur sayur tumis biasanya lebih renyah dan rasanya lebih gurih, sehingga bisa meningkatkan selera makan.
Kekurangan sayur tumis:
Jika minyak yang digunakan terlalu banyak atau dipanaskan berlebihan, kalori bisa meningkat dan berpotensi kurang sehat, terutama bagi penderita kolesterol tinggi.
Jadi, Mana yang Lebih Sehat?
Jawabannya tergantung pada beberapa faktor, seperti:
- Jenis sayuran yang dimasak
- Durasi memasak
- Jumlah minyak yang digunakan
- Kondisi kesehatan masing-masing orang
Jika ingin menjaga kandungan vitamin yang larut dalam air, sebaiknya jangan merebus terlalu lama.
Sementara jika memilih menumis, gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola dalam jumlah kecil.
Banyak ahli gizi menyarankan teknik memasak cepat seperti tumis ringan (stir fry) atau kukus sebagai pilihan yang cukup seimbang dalam mempertahankan nutrisi.
Yang terpenting bukan hanya metode memasaknya, tapi juga konsistensi mengonsumsi sayur setiap hari sebagai bagian dari pola makan seimbang.