BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Pada tiap kecelakaan lalu lintas, ada satu fase krusial yang kerap menentukan hidup dan mati korban: menit-menit pertama sebelum ambulans tiba.
Menyadari pentingnya momen emas tersebut, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tala membekali personelnya dengan keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Kasat Lantas Polres Tala Iptu Adhitya Rizki Ridhotomo, Rabu (11/2/2026), mengatakan pelatihan teknis tersebut dihelat pada Selasa siang kemarin di Joglo Wicaksana Laghawa di lingkungan mapolres Tala.
Pelatihan menghadirkan langsung tim medis RSUD Hadji Boejasin sebagai instruktur. Bukan sekadar teori, para anggota dilatih praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD), teknik lifting, moving and transferring pasien trauma, trauma initial assessment and rescue, hingga first aid.
Simulasi penanganan korban dilakukan agar personel benar-benar siap menghadapi situasi nyata di lapangan.
Kasat Lantas memimpin langsung kegiatan tersebut. Turut hadir Ipda Yohanes selaku Kanit Gakkum, anggota Sat Lantas, Kepala SPKT beserta anggota, serta personel Pamapta.
Adhitya menuturkan polisi lalu lintas kerap menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kecelakaan. Karena itu, kemampuan memberikan penanganan awal yang cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan korban sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Baca juga: Dinkes Banjarbaru Ungkap Hasil CKG, Ini Penyakit Yang Banyak Ditemui di Masyarakat dan Anak Sekolah
“Penanganan awal yang benar bisa meminimalisasi risiko fatal. Anggota harus sigap, terukur, dan sesuai prosedur saat menghadapi kondisi gawat darurat,” ujarnya.
Langkah ini pun mendapat apresiasi dari warga. Rudi (37), warga Pelaihari, berharap pelatihan tersebut benar-benar berdampak nyata di lapangan.
Menurutnya, kehadiran polisi yang mampu memberikan pertolongan pertama akan sangat membantu korban kecelakaan.
“Kadang adakalanya korban harus menunggu ambulans cukup lama. Kalau polisi yang datang lebih dulu sudah bisa melakukan pertolongan dasar, tentu peluang selamatnya lebih besar. Kami berharap pelayanan seperti ini terus ditingkatkan,” katanya.
Senada, Siti Rahmah (42), warga Kecamatan Batibati, menilai peningkatan kapasitas personel di bidang medis darurat menunjukkan kepedulian aparat terhadap keselamatan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal tilang atau razia, tapi bagaimana polisi hadir saat masyarakat benar-benar membutuhkan,” ucapnya.
Dengan pembekalan tersebut, Sat Lantas Polres Tanahlaut diharapkan tak sekadar mengatur arus dan menindak pelanggaran, tetapi juga menjadi garda terdepan penyelamat nyawa saat detik-detik paling menentukan di jalan raya.(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)